Mobil Listrik Inggris Meledak 36 Persen, Merek China Mulai Mengguncang Pasar

Mobil Listrik Inggris Meledak 36 Persen, Merek China Mulai Mengguncang Pasar. (foto ilustrasi:autocar/gemini/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (7/10/2026) — Pasar mobil listrik Inggris semakin sulit diabaikan. Penjualan mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) melonjak 36,3 persen secara tahunan menjadi 99.201 unit pada September 2026, sekaligus mencetak rekor bulanan baru.
BEV kini menguasai 28,3 persen pasar mobil baru Inggris, naik dari 23,3 persen pada September 2025. Di saat yang sama, penjualan mobil bensin justru turun 6,7 persen dan pangsanya menyusut dari 45,2 persen menjadi 37,6 persen.
Data terbaru Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) itu memperlihatkan perubahan yang semakin jelas: mobil listrik bukan lagi sekadar ceruk pasar, sementara mobil bensin mulai kehilangan dominasi.
Hampir Separuh Mobil Baru Inggris Sudah Plug-in
Perubahan pasar Inggris bahkan lebih besar jika BEV dan plug-in hybrid (PHEV) digabungkan.
Pada September, PHEV melonjak 55,5 persen menjadi 59.571 unit, dengan pangsa pasar 17 persen. Jika BEV dan PHEV digabung, kendaraan plug-in menguasai sekitar 45,3 persen pasar mobil baru Inggris.
Secara keseluruhan, seluruh kendaraan elektrifikasi—BEV, PHEV, dan hybrid (HEV)—mencapai 58,4 persen registrasi September.
Artinya, pergeseran pasar Inggris tidak lagi sebatas pertarungan mobil listrik melawan bensin. Konsumen kini semakin banyak berpindah ke berbagai pilihan kendaraan elektrifikasi.
Merek China Mulai Mengubah Peta Persaingan
Di balik lonjakan EV Inggris, ada perkembangan lain yang tak kalah penting: merek China semakin agresif merebut pasar.
BYD menjadi salah satu contoh paling menonjol. Pertumbuhan ekspor BYD secara global juga melonjak, dengan pengiriman kendaraan penumpang dan pikap ke luar China meningkat 153,9 persen pada September 2026.
Di Inggris, ekspansi merek China berlangsung bersamaan dengan bertambahnya pilihan model. SMMT mencatat jumlah model BEV yang tersedia di pasar Inggris kini mencapai 178 model, lebih dari dua kali lipat dibanding 2023.
Persaingan pun semakin ketat karena pendatang baru menawarkan kombinasi harga, fitur, teknologi dan pilihan powertrain yang semakin beragam.
Inggris Jadi Barometer Penting Pasar EV Eropa
Mengapa perkembangan di Inggris penting?
Karena pasar Inggris memperlihatkan bagaimana elektrifikasi dapat berkembang ketika pilihan model bertambah, produsen memberikan insentif, dan kebijakan pemerintah ikut mendorong permintaan.
Menurut SMMT, lonjakan September didorong oleh semakin banyaknya pilihan model, diskon dari produsen dan dukungan pemerintah melalui Electric Car Grant. Hampir lima BEV didaftarkan setiap menit sepanjang bulan tersebut.
Kondisi ini menjadikan Inggris salah satu pasar yang menarik untuk mengamati arah industri otomotif Eropa—termasuk seberapa cepat merek China dapat memperluas pangsa pasar di luar negara asalnya.
Mobil Bensin Masih Terbesar, tetapi Mulai Terdesak
Meski pertumbuhan EV sangat kuat, mobil bensin belum kehilangan posisi sebagai jenis kendaraan dengan pangsa terbesar.
Pada September, mobil bensin masih mencatat 131.864 unit atau 37,6 persen pasar. Namun, volumenya turun 6,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dalam sembilan bulan pertama 2026, penjualan mobil bensin turun 3,8 persen, sementara BEV melonjak 30,2 persen menjadi 454.947 unit. Pangsa BEV sepanjang tahun kini mencapai 26,16 persen.
Jadi, yang sedang terjadi bukan hilangnya mobil bensin secara tiba-tiba, melainkan pergeseran bertahap pangsa pasar menuju kendaraan elektrifikasi.
Pertumbuhan EV Kencang, tetapi Target Inggris Masih Berat
Ada satu paradoks dari data terbaru Inggris.
Walaupun September mencatat rekor BEV, pangsa BEV sepanjang Januari-September 2026 baru mencapai 26,2 persen. Angka tersebut masih di bawah target 33 persen yang ditetapkan dalam Zero Emission Vehicle Mandate untuk 2026.
Dengan kata lain, pasar EV memang tumbuh cepat, tetapi belum cukup cepat untuk mengejar target kebijakan Inggris.
Ini menjadi tantangan besar bagi produsen. Mereka harus terus meningkatkan penjualan EV sekaligus menghadapi konsumen yang masih memiliki banyak pilihan kendaraan berbahan bakar fosil dan hybrid.
Pertarungan Berikutnya Bukan Lagi Sekadar EV vs Bensin
Data September 2026 memberikan gambaran bahwa fase baru persaingan otomotif Inggris telah dimulai.
Pertanyaannya bukan lagi hanya apakah konsumen Inggris akan membeli mobil listrik. Pilihan EV yang semakin banyak membuat pertanyaan berikutnya menjadi jauh lebih kompetitif:
Merek mana yang mampu menawarkan harga, teknologi, fitur, efisiensi, jaringan penjualan, dan kepercayaan konsumen terbaik?
Di sinilah merek China berpotensi menjadi faktor pengubah permainan.
Jika tren pertumbuhan BEV terus berlanjut dan penetrasi merek China semakin dalam, Inggris bukan hanya menjadi pasar penting bagi mobil listrik. Inggris dapat menjadi salah satu medan utama untuk melihat siapa yang akan memimpin persaingan otomotif Eropa di era elektrifikasi.
(smmt/gov.uk/gcbc/reuters/*/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Penjualan Mobil September 2026 Naik 28%, Pasar Mulai Bangkit















































