Wednesday, October 7, 2026
home_banner_first
OTOMOTIF

Honda Kembangkan Teknologi Truk Listrik Ngecas Sambil Jalan hingga 150 kW

Mistar.idRabu, 7 Oktober 2026 pukul 17.27 WIB
honda_kembangkan_teknologi_truk_listrik_ngecas_sambil_jalan_hingga_150_kw

Honda Kembangkan Teknologi Truk Listrik Ngecas Sambil Jalan hingga 150 kW. (foto ilustrasi:globalhonda/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (7/10/2026) — Bagaimana jika truk listrik tidak perlu lagi berhenti di SPKLU untuk mengisi baterai? Cukup melaju di jalur tertentu, listrik bisa dikirim secara nirkabel dari jalan langsung ke kendaraan.

Konsep yang terdengar seperti fiksi ilmiah itu tengah dikembangkan Honda melalui teknologi Dynamic Wireless Power Transfer (DWPT). Sistem ini memungkinkan kendaraan listrik menerima pasokan listrik sambil berjalan, termasuk kendaraan komersial besar seperti truk.

Honda bersama Taisei Corporation dan Taisei Rotec telah mengembangkan teknologi dasar sistem jalan yang dapat mentransfer listrik secara nirkabel. Demonstrasi di jalan umum Jepang direncanakan mulai tahun fiskal 2027 atau setelahnya.

Jika berhasil diterapkan secara luas, teknologi ini berpotensi mengubah cara truk listrik beroperasi: bukan lagi kendaraan yang harus mencari charger, tetapi jalan yang menjadi bagian dari sistem pengisian energi.

Begini Cara Truk Listrik Ngecas Sambil Jalan

Teknologi Honda menggunakan metode magnetic coupling wireless power transfer.

Unit pengirim atau Ground Assembly (GA) ditanam di permukaan jalan. Sementara itu, kendaraan dilengkapi Vehicle Assembly (VA) sebagai penerima daya.

Ketika kendaraan melintas di atas GA, energi listrik ditransfer melalui medan magnet tanpa konektor fisik. Dengan demikian, truk tetap bergerak sementara energi dapat dialirkan ke sistem kendaraan.

Honda mengembangkan sistem dengan target daya hingga 150 kW per unit GA sebagai output puncak. Angka tersebut bukan berarti truk otomatis mendapatkan 150 kWh setiap kali melewati satu titik, karena energi yang diterima bergantung antara lain pada lama kendaraan berada di atas area pengisian dan konfigurasi sistem.

Bisa Dipakai Truk hingga 40 Ton

Yang membuat teknologi ini menarik bagi industri otomotif adalah skalanya.

Honda merancang VA dengan konsep yang dapat digunakan pada berbagai jenis kendaraan. Untuk mobil penumpang, satu unit dapat digunakan, sedangkan kendaraan komersial besar dapat menggunakan hingga empat unit secara paralel.

Honda menyebut konfigurasi tersebut memungkinkan teknologi diterapkan pada kendaraan hingga kelas 40 ton.

Fokus ini bukan kebetulan. Truk logistik memiliki kebutuhan berbeda dari mobil pribadi: jarak tempuh panjang, muatan berat, serta tuntutan agar kendaraan terus beroperasi.

Karena itu, charging truk listrik sambil jalan berpotensi mengurangi kebutuhan berhenti khusus untuk mengisi energi.

Jalan Raya Bisa Berubah Menjadi Charger

Inilah bagian paling menarik dari teknologi Honda.

Selama ini, infrastruktur charging dibuat sebagai tempat yang didatangi kendaraan. Dalam konsep DWPT, sebagian jalan justru menjadi bagian dari infrastruktur pengisian.

Honda menanam unit pengirim listrik ke dalam jalan dan mengembangkan teknologi agar perangkat tersebut tetap dapat bekerja di bawah beban kendaraan, sekaligus mempertimbangkan faktor seperti ketahanan, pemasangan, perawatan, dan kebocoran medan elektromagnetik.

Dengan konsep ini, sebagian ruas jalan di masa depan berpotensi berfungsi sebagai infrastruktur pengisian energi, melengkapi fasilitas charging konvensional.

Sebagian ruas jalan bisa berfungsi sebagai sumber energi ketika kendaraan melintas.

Honda Sudah Menyiapkan Uji Jalan

Teknologi ini belum sampai tahap penggunaan komersial. Honda masih harus membuktikan performanya dalam kondisi nyata.

Mulai akhir 2026, Honda dan mitranya berencana membangun lintasan pengujian di T-FIELD/TAMURA. Pengujian mencakup performa pengisian saat kendaraan bergerak, ketahanan jalan, serta mitigasi kebocoran medan elektromagnetik.

Salah satu pengujian ketahanan akan menggunakan beban setara 1 juta wheel-load cycles, atau siklus pembebanan roda, untuk mengevaluasi daya tahan perangkat yang ditanam di jalan.

Setelah itu, pengembangan akan diarahkan pada pengujian daya tinggi hingga 150 kW dan keandalan ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.

Honda juga akan berpartisipasi dalam Tateyama Project yang digelar NEXCO East di Tateyama Expressway, Prefektur Chiba, mulai tahun fiskal Jepang 2027.

Bukan Sekadar Mengurangi Waktu Charging

Menurut Honda, DWPT dikembangkan untuk menjawab dua persoalan utama kendaraan listrik: jarak tempuh dan waktu pengisian.

Selama ini, solusi untuk memperpanjang jarak tempuh salah satunya adalah memasang baterai lebih besar. Namun, baterai yang lebih besar juga berarti tambahan bobot, biaya, serta waktu pengisian.

Charging sambil jalan menawarkan pendekatan berbeda.

Energi tidak seluruhnya harus disimpan sejak awal di baterai. Sebagian dapat dipasok langsung ketika kendaraan berada di ruas jalan yang memiliki sistem DWPT. Honda melihat pendekatan ini terutama menarik untuk logistik dan transportasi, sektor yang membutuhkan kendaraan dengan tingkat utilisasi tinggi dan perjalanan jauh.

Tantangan Terbesarnya Justru Ada di Jalan

Meski terdengar sederhana, membuat truk listrik bisa ngecas sambil jalan bukan perkara mudah.

Perangkat yang ditanam di jalan harus tahan terhadap beban kendaraan berat, air, panas, dan penggunaan jangka panjang. Sistem juga harus tetap bekerja ketika kendaraan tidak berada tepat di posisi ideal di atas unit pengirim.

Selain itu, ada persoalan biaya.

Membangun ruas jalan dengan sistem wireless charging tentu membutuhkan investasi infrastruktur, sistem kelistrikan, konstruksi, serta pemeliharaan. Karena itu, pertanyaan pentingnya bukan hanya apakah teknologi ini bisa bekerja, tetapi juga apakah biaya infrastrukturnya masuk akal untuk operasi logistik.

Honda sendiri masih berada pada tahap pengembangan dan demonstrasi, sehingga aspek keekonomian dan kelayakan penerapan massal belum dapat dianggap final.

Masa Depan Truk Listrik: Charger Ada di Jalan

Honda telah mengembangkan teknologi DWPT sejak 2021 dan mulai mengembangkan sistem jalan berbasis magnetic coupling bersama Taisei dan Taisei Rotec sejak 2025. Kini, pengembangan tersebut bergerak menuju demonstrasi di jalan umum.

Jika seluruh pengujian berhasil dan infrastrukturnya terbukti layak secara teknis maupun ekonomi, cara kita melihat charging kendaraan listrik bisa berubah.

Bukan lagi sekadar:

“Berapa lama truk harus berhenti untuk ngecas?”

Melainkan:

“Berapa banyak energi yang bisa didapat truk selama perjalanan?”

Itulah visi besar di balik teknologi truk listrik ngecas sambil jalan Honda. Jalan raya tidak lagi hanya menjadi tempat kendaraan bergerak, tetapi berpotensi menjadi bagian dari jaringan energi kendaraan listrik.

(honda/nexco/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN