Friday, August 14, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Buntut Pilot Positif Ganja, Air India Tes Narkoba Seluruh Pilot

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 15.56 WIB
buntut_pilot_positif_ganja_air_india_tes_narkoba_seluruh_pilot

Pesawat Air India. (foto: getty images via bbc)

news_banner

New Delhi, MISTAR.ID - Air India mengambil langkah lebih ketat menyusul insiden penerbangan Phuket-New Delhi yang sempat kehilangan ketinggian dan diikuti temuan ganja pada pilot. Maskapai tersebut kini akan melakukan tes zat terlarang terhadap seluruh pilotnya.

Kebijakan itu berlaku segera, melampaui aturan yang selama ini hanya mewajibkan sedikitnya 10 persen pilot menjalani tes secara acak. Pilot Air India Express, maskapai berbiaya rendah di bawah Air India, juga akan menjalani tes mulai Kamis.

Dalam memo internal yang dilaporkan BBC, Air India menyatakan penting untuk mengambil langkah lebih jauh dalam pengujian terhadap para pilot.

"Inisiatif ini, yang melampaui persyaratan regulasi, mencerminkan tekad kami untuk mempertahankan standar keselamatan dan profesionalisme tertinggi, serta memberikan rasa aman kepada penumpang, pemangku kepentingan, dan masyarakat luas," demikian pernyataan Air India, dikutip dari BBC.

Tes tersebut tidak hanya menyasar zat terlarang, tetapi juga obat-obatan yang penggunaannya dilarang berdasarkan regulasi penerbangan. Pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan sesi pelatihan di akademi Air India serta di sejumlah lokasi lain, termasuk pusat pengarahan dan kantor.

Langkah tersebut merupakan buntut dari insiden penerbangan Air India rute Phuket-New Delhi pada 4 Agustus 2026. Pesawat Airbus A320neo yang membawa 145 orang tiba-tiba kehilangan ketinggian sekitar 300 kaki atau 91 meter tak lama setelah lepas landas.

Pesawat akhirnya dapat melanjutkan penerbangan dan mendarat dengan selamat di New Delhi. Namun, insiden itu menyebabkan 17 orang terluka, terdiri atas 13 penumpang dan empat awak.

Perhatian kemudian tertuju pada kondisi pilot setelah hasil pemeriksaan awal memerlukan tes laboratorium lanjutan. Sejumlah laporan menyebut pilot senior dalam penerbangan tersebut kemudian dinyatakan positif ganja.

Meski demikian, temuan ganja itu belum membuktikan bahwa penggunaan zat tersebut menjadi penyebab pesawat kehilangan ketinggian. Penyebab insiden masih dalam penyelidikan.

Kedua pilot yang bertugas dalam penerbangan tersebut telah dibebastugaskan hingga proses investigasi selesai. Otoritas India menyelidiki insiden itu bersama Airbus dan badan keselamatan penerbangan Prancis.

Pengetatan pemeriksaan terhadap pilot dilakukan saat Air India masih menghadapi sorotan terhadap standar keselamatannya. Pada Juni 2025, penerbangan Air India dari Ahmedabad menuju London jatuh tak lama setelah lepas landas.

Kecelakaan tersebut menewaskan 241 orang di dalam pesawat dan 19 orang di darat. Hanya satu penumpang yang selamat.

Di tengah upaya memperkuat keselamatan penerbangan, Air India juga mengalami pergantian pucuk pimpinan. Pekan lalu, mantan bos Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, resmi menjadi kepala eksekutif baru Air India. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN