Fatima Ezzahra El Mansouri Ditunjuk sebagai PM Perempuan Pertama Maroko

Fatima Ezzahra El Mansouri ditunjuk sebagai Perdana Menteri (PM) baru Maroko. (foto: AFP/Mistar)
Rabat, MISTAR.ID – Raja Maroko Mohammed VI menunjuk Wali Kota Marrakesh, Fatima Ezzahra El Mansouri, sebagai perdana menteri (PM) baru. Penunjukan tersebut menjadikannya perempuan pertama yang memimpin pemerintahan Maroko.
Dilansir AFP, Rabu (30/9/2026), keputusan itu diumumkan kabinet kerajaan setelah partai yang dipimpin El Mansouri memenangkan pemilihan umum parlemen yang digelar pekan lalu.
Partai berhaluan kanan-tengah, Partai Otentisitas dan Modernitas (PAM), memperoleh 97 dari total 395 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Perolehan tersebut unggul 31 kursi dari partai pesaing terdekat. Namun, pemilu kali ini mencatat tingkat partisipasi pemilih terendah dalam dua dekade terakhir.
Kabinet kerajaan menyatakan Raja Mohammed VI telah memberikan mandat kepada El Mansouri, 50, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai menteri perumahan, untuk membentuk pemerintahan baru.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, El Mansouri menyebut penunjukan dirinya sebagai momen bersejarah bagi Maroko. Ia mengatakan pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi perempuan di negaranya.
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah negara kita, seorang perempuan memikul tanggung jawab memimpin pemerintahan," kata El Mansouri. "Ini merupakan sumber kebanggaan tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi seluruh perempuan Maroko," lanjutnya.
El Mansouri bergabung dengan PAM pada 2008, tahun ketika partai tersebut didirikan oleh Fouad Ali El Himma, yang kini menjadi penasihat kerajaan. PAM dibentuk sebagai kekuatan politik untuk menyeimbangkan gerakan Islamis di Maroko.
Selain menjadi menteri, El Mansouri tercatat sebagai perempuan pertama yang menjabat wali kota Marrakesh. Ia terpilih untuk posisi tersebut pada 2009, kemudian kehilangan jabatan itu enam tahun berselang. Pada 2021, ia kembali terpilih sebagai wali kota Marrakesh.








































