Wednesday, September 30, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Demo Pelajar di Prancis Ricuh, 440 Orang Ditangkap-48 Polisi Terluka

Mistar.idRabu, 30 September 2026 pukul 09.08 WIB
demo_pelajar_di_prancis_ricuh_440_orang_ditangkap48_polisi_terluka_

Rusuh demo pelajar di Prancis. (foto: reuters/mistar)

news_banner

Prancis, MISTAR.ID - Demonstrasi dan aksi blokade yang dilakukan pelajar di sejumlah sekolah menengah di Prancis berakhir dengan kericuhan. Sedikitnya 440 orang ditangkap dalam rangkaian aksi yang berlangsung di berbagai wilayah negara tersebut.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menyebut sebagian besar orang yang diamankan merupakan anak di bawah umur. Sebagian dari mereka juga menjalani penahanan untuk kepentingan pemeriksaan.

“Sebanyak 440 orang ditangkap di seluruh wilayah nasional,” ujar Nunez dalam wawancara dengan BFMTV seperti dikutip AFP, Rabu (30/9/2026).

Nunez menegaskan angka tersebut masih sementara. Kepolisian dan pemerintah Prancis masih menunggu laporan lengkap dari seluruh wilayah terkait jumlah penangkapan.

Aksi protes para pelajar telah berlangsung sejak pekan lalu. Mereka menggelar demonstrasi dan melakukan blokade di depan sejumlah sekolah untuk menyampaikan berbagai tuntutan.

Keluhan yang disuarakan antara lain berkaitan dengan jadwal pembelajaran, kepadatan jumlah siswa di ruang kelas, serta kekurangan tenaga pengajar. Para pelajar juga mempersoalkan kondisi ruang belajar yang dinilai terlalu panas akibat gelombang panas yang melanda Prancis tahun ini.

Dalam beberapa aksi, situasi berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Sejumlah peserta dilaporkan membakar tempat sampah dan melemparkan berbagai benda ke arah polisi.

Aparat kemudian menggunakan tongkat pemukul dan gas air mata untuk membubarkan massa. Bentrokan tersebut mengakibatkan 48 personel keamanan mengalami luka-luka.

Nunez mengecam aksi kekerasan yang terjadi selama demonstrasi. Ia menegaskan bahwa tindakan menyerang aparat tidak dapat dibenarkan. “Tidak ada yang membenarkan kekerasan. Tidak ada alasan yang membenarkan kekerasan,” kata Nunez.

Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah demonstran yang mengenakan penutup wajah serta membawa benda yang diduga digunakan untuk menyerang petugas. Menurut Nunez, dalam bentrokan yang terjadi pada Selasa, tercatat tujuh insiden pelemparan asam klorida atau hydrochloric acid ke arah aparat keamanan.

Protes yang sebelumnya berpusat di wilayah Ile-de-France, termasuk kawasan sekitar Paris, kini telah menyebar ke sejumlah kota lain di Prancis.

Kementerian Pendidikan Prancis mencatat sekitar 400 sekolah terdampak aksi demonstrasi maupun gangguan kegiatan belajar pada Selasa. Jumlah tersebut merupakan bagian dari sekitar 3.700 sekolah yang ada di seluruh wilayah Prancis.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN