Zulhas Pastikan 26.569 KDKMP Siap Beroperasi, Ini Layanan yang Disediakan

Salah satu gedung KMP di Kota Pematangsiantar dinyatakan telah rampung (Foto: Dok.Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Pemerintah mulai mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memasuki tahap operasional setelah pembangunan fisik 26.569 unit dinyatakan rampung 100 persen.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan keberadaan KDKMP tidak diarahkan sebagai toko atau supermarket biasa. Koperasi tersebut disiapkan sebagai bagian dari infrastruktur pemerintah untuk mendukung penyaluran subsidi, bantuan pangan, serta berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat di desa dan kelurahan.
"Koperasi ini bukan supermarket, tetapi infrastruktur pemerintah untuk mendukung penyaluran subsidi, bantuan pangan, gas 3 kilogram, pupuk, layanan keuangan, pembayaran listrik, dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya," kata Zulhas.
Bukan Sekadar Tempat Berjualan
Menurut Zulhas, KDKMP akan memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan kegiatan perdagangan umum. Pemerintah menyiapkan koperasi tersebut sebagai salah satu jalur distribusi berbagai program pemerintah sekaligus pusat layanan masyarakat.
Untuk kebutuhan pangan, KDKMP akan mendukung penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan melalui kerja sama dengan Bulog.
Sementara itu, distribusi LPG 3 kilogram akan dilakukan melalui kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga. Untuk pupuk bersubsidi, pemerintah menyiapkan kolaborasi dengan Pupuk Indonesia.
KDKMP juga akan menyediakan gula, beras premium, serta kebutuhan pokok lainnya melalui kerja sama dengan ID FOOD.
Ada Layanan Perbankan hingga Obat-obatan
Selain penyaluran kebutuhan pokok dan subsidi, pemerintah menyiapkan sejumlah layanan tambahan di KDKMP.
Layanan perbankan akan didukung bank-bank Himbara. Sementara pembiayaan ultra mikro akan melibatkan PNM.
Untuk kebutuhan logistik, pemerintah menyiapkan kerja sama dengan Pos Indonesia. Adapun layanan penyediaan obat bebas dan obat bebas terbatas akan melibatkan Kimia Farma.
KDKMP juga direncanakan menyediakan layanan pembayaran listrik bagi masyarakat.
Seluruh kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui perjanjian dengan masing-masing BUMN, lembaga keuangan, dan kementerian terkait.
28.891 Manajer Disiapkan
Pemerintah tidak hanya mengejar penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga menyiapkan pengelola koperasi.
PT Agrinas Pangan Nusantara telah menandatangani 28.891 kontrak kerja manajer KDKMP. Para manajer tersebut dijadwalkan mulai bertugas pada 1 Oktober 2026 dengan status pegawai berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
Besaran pendapatan manajer disesuaikan dengan wilayah penempatan. Dalam rapat, kisarannya disampaikan sebesar Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta per bulan.
Zulhas mengatakan kesiapan manajer menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan agar bangunan KDKMP yang telah selesai dapat segera digunakan.
Penempatan Manajer Masih Disesuaikan
Persoalan penempatan manajer yang jauh dari domisili juga menjadi perhatian pemerintah.
Zulhas menjelaskan jumlah manajer yang telah direkrut saat ini lebih banyak dibandingkan jumlah koperasi yang siap beroperasi. Karena itu, sebagian manajer ditempatkan terlebih dahulu di lokasi yang tersedia.
"Manajernya memang sudah banyak, sementara koperasinya belum sebanyak itu. Jadi, yang sekarang ditempatkan jauh dari domisili nanti akan disesuaikan setelah koperasi-koperasi selesai dibangun," ujar Zulhas dalam keterangan







































