DPR AS Desak Menhan Jelaskan Kondisi Awak USS Abraham Lincoln

Anggota kongres AS Mike Levin mendesak Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberi penjelasan soal kapal induk USS Abraham Lincoln yang jadi sorotan. (Foto: Reuters/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Sejumlah anggota DPR Amerika Serikat mendesak Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberikan penjelasan terkait kondisi awak kapal induk USS Abraham Lincoln yang menjadi sorotan akibat persoalan kesejahteraan dan kesehatan mental.
Anggota Kongres Mike Levin bersama tiga anggota DPR lainnya, Sara Jacobs, Scott Peters, dan Juan Vargas, mengirim surat kepada Hegseth. Dalam surat tersebut, mereka meminta Kementerian Pertahanan memberikan penjelasan mengenai berbagai persoalan yang terjadi selama penugasan USS Abraham Lincoln.
Levin membagikan surat tersebut melalui akun X. Para anggota DPR menilai langkah yang telah disiapkan Kementerian Pertahanan untuk menangani persoalan di kapal tersebut belum memadai.
"Kami perlu informasi yang jelas dan jujur dari Kementerian Pertahanan yang menyebabkan masalah di atas USS Lincoln untuk memastikan hal ini tak pernah terjadi lagi," demikian isi surat tersebut, dikutip dari Al Jazeera.
Mereka juga mempertanyakan sejumlah persoalan yang dialami awak kapal. Di antaranya, mengapa kondisi tidak higienis tidak segera ditangani dan mengapa para personel militer disebut belum mendapatkan dukungan kesehatan mental yang memadai.
Selain itu, mereka meminta penjelasan mengenai keterlambatan Angkatan Laut dalam menyampaikan informasi terkait kondisi kapal kepada keluarga personel maupun pejabat pemerintah.
Secara terpisah, anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat AS Richard Blumenthal juga mengirim surat kepada Hegseth dan Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut Hung Cao.
Blumenthal menyoroti sejumlah persoalan yang dilaporkan terjadi di USS Abraham Lincoln, mulai dari kekurangan kebutuhan dasar, kontaminasi air, gangguan sistem perpipaan, hingga memburuknya kondisi kesehatan mental awak kapal.
Ia juga menyinggung persoalan keselamatan di dek kapal serta gangguan layanan pos yang menyebabkan sejumlah paket untuk awak kapal dilaporkan tidak sampai selama berbulan-bulan.
Menurut Blumenthal, USS Abraham Lincoln meninggalkan Pangkalan Angkatan Laut San Diego pada 21 November 2025 untuk menjalani penugasan yang semula direncanakan berlangsung selama tujuh bulan.
Kapal tersebut seharusnya mengakhiri penugasannya pada Mei 2026. Namun, masa pelayaran diperpanjang tanpa kepastian mengenai waktu kepulangan.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran keluarga personel dan anggota parlemen. Sejumlah laporan juga menyebut beberapa pelaut di USS Abraham Lincoln mencoba melompat ke laut selama penugasan yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Persoalan tersebut semakin meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental serta kondisi kehidupan para awak kapal yang menjalani penugasan dalam waktu lebih lama dari rencana awal.
PREVIOUS ARTICLE
Buntut Pilot Positif Ganja, Air India Tes Narkoba Seluruh Pilot






















