Wednesday, September 30, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Bukan Sekadar Genetik, Ini 4 Kebiasaan yang Bikin Anak Tumbuh Lebih Tinggi

Mistar.idRabu, 30 September 2026 pukul 06.30 WIB
bukan_sekadar_genetik_ini_4_kebiasaan_yang_bikin_anak_tumbuh_lebih_tinggi_

Empat kebiasaan yang bikin anak tumbuh lebih tinggi. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (30/9/2026) - Tinggi badan anak sering dianggap sepenuhnya dipengaruhi faktor genetik. Orang tua bertubuh tinggi diyakini akan memiliki anak yang tinggi, sementara orang tua bertubuh pendek kerap khawatir anaknya akan mengalami hal serupa.

Padahal, genetik bukan satu-satunya penentu pertumbuhan. Perubahan tinggi badan antargenerasi di sejumlah negara menunjukkan lingkungan tempat anak tumbuh, termasuk asupan gizi, aktivitas fisik, kesehatan, dan kualitas hidup, turut berperan.

China dan Korea Selatan menjadi contoh menarik. Anak-anak dan remaja di kedua negara tersebut mengalami peningkatan tinggi badan yang signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.

Temuan tersebut tercatat dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada 2020. Studi itu menganalisis tren tinggi badan dan indeks massa tubuh (IMT) anak usia sekolah hingga remaja di 200 negara dan wilayah dengan melibatkan lebih dari 65 juta peserta selama 34 tahun. Hasilnya, peningkatan tinggi badan cukup signifikan terjadi di sejumlah negara Asia Timur, terutama China dan Korea Selatan.

Kisah pertumbuhan anak di kedua negara tersebut menunjukkan genetik tetap berperan dalam menentukan potensi tinggi badan, tetapi potensi tersebut perlu didukung lingkungan yang memungkinkan anak tumbuh optimal.

Berikut empat kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu mendukung pertumbuhan tinggi anak:

1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi

Pelatih pengasuhan anak dan tumbuh kembang, Hitesh M, mengatakan pertumbuhan tinggi badan membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Pola makan sehari-hari perlu diperhatikan.

"Ketika Anda memberikan protein, zat besi, zinc, dan kalsium kepada anak, nutrisi tersebut sangat membantu pertumbuhan mereka," kata Hitesh seperti dikutip dari Times of India.

Protein dapat diperoleh dari telur, produk susu, ayam, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Zat besi terdapat pada sayuran hijau, lentil, kacang-kacangan, dan daging. Zinc terdapat dalam produk susu, biji-bijian, daging, serta gandum utuh. Sementara kalsium bisa diperoleh dari susu, yoghurt, keju, ragi, dan biji wijen.

2. Jangan Biarkan Anak Terlalu Banyak Duduk

Anak membutuhkan aktivitas fisik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

"Aktivitas bergerak penting untuk tinggi badan anak," ujar Hitesh.

Aktivitas fisik membantu menjaga kekuatan tulang dan otot sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bermain di luar rumah menjadi cara sederhana agar anak lebih aktif.

3. Manfaatkan Waktu di Luar Ruangan

Aktivitas di luar ruangan membantu tubuh mendapatkan vitamin D melalui paparan sinar matahari.

"Sinar matahari adalah sumber vitamin D yang paling alami bagi anak-anak. Sayangnya, anak-anak India sekarang tidak lagi banyak bermain di bawah sinar matahari. Artinya, banyak anak India yang mengalami kekurangan vitamin D," kata Hitesh.

Bermain di luar ruangan bukan berarti harus berlama-lama di bawah terik matahari. Aktivitas fisik sesuai usia dan paparan sinar matahari secara wajar dapat menjadi bagian dari rutinitas harian.

4. Jangan Abaikan Waktu Tidur

Tidur merupakan periode penting dalam proses pertumbuhan. Hormon pertumbuhan terutama dilepaskan saat tidur.

Kebiasaan tidur terlalu larut atau waktu tidur yang tidak cukup dapat mengganggu proses yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Perubahan tinggi badan anak-anak di China dan Korea Selatan memberikan pelajaran penting bahwa pertumbuhan tidak hanya berkaitan dengan genetik. Nutrisi yang baik, aktivitas fisik, tidur yang cukup, vitamin D, kesehatan, dan lingkungan yang mendukung dapat membantu anak mencapai potensi pertumbuhannya.

Meski begitu, tinggi badan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan tumbuh kembang. Setiap anak memiliki pola dan waktu pertumbuhan masing-masing. Yang terpenting adalah memastikan anak mendapatkan lingkungan yang sehat dan kebutuhan tumbuh kembang yang terpenuhi. (CNN/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN