Wednesday, September 30, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Indonesia Wacanakan Galeri Modest Fashion Pertama

Mistar.idRabu, 30 September 2026 pukul 07.00 WIB
indonesia_wacanakan_galeri_modest_fashion_pertama

Trunk show dalam konferensi pers kick off International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) dan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Jakarta, Senin (28/9/2026). (Foto: Dokumentasi Istimewa/Kompas.com)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Indonesia mewacanakan pembangunan galeri atau museum modest fashion pertama di Tanah Air sebagai pusat pengetahuan dan dokumentasi perkembangan industri fesyen Muslim.

Gagasan tersebut muncul di tengah persiapan ajang IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2026. Wacana ini dilatarbelakangi beragamnya motif wastra Indonesia serta perkembangan karya desainer lokal yang dinilai membutuhkan ruang khusus untuk mendokumentasikan perjalanan modest fashion.

Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Putu Rahwidhiyasa mengatakan galeri tersebut penting untuk mendukung keberlanjutan ekosistem fesyen Muslim di Indonesia.

“Selain itu, harus menjadi pemikiran bersama agar Indonesia bisa memiliki galeri fesyen Muslim sebagai pusat pengetahuan dan basis data perkembangan fesyen Muslim di Indonesia,” ujar Putu dalam konferensi pers kick off IN2MOTIONFEST X JMFW di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menurut Putu, galeri tersebut nantinya tidak hanya menampilkan karya dari masa lalu, tetapi juga perkembangan desain kontemporer. Ruang tersebut dapat menyimpan sejarah desain Nusantara, ragam tekstur kain, hingga karya ikonis desainer Indonesia.

“Kalau bayangin museum bukan berarti itu zaman dulu ya, materi-materi yang masa silam, tetapi juga termasuk yang kontemporer,” katanya.

Ia mengatakan Indonesia memiliki ribuan corak wastra, termasuk sekitar 5.000 motif batik dan ratusan jenis tenun. Kekayaan tersebut dinilai perlu ditampilkan dalam ruang pamer permanen untuk menunjukkan perkembangan kain tradisional menjadi produk fesyen modern.

“Nah, Indonesia perlu ada semacam tempat untuk memamerkan. Semacam museum kali ya, museum kreativitas di modest fashion kita gitu,” ujar Putu.

Galeri tersebut juga diharapkan menjadi ruang belajar bagi desainer, khususnya generasi baru. Para desainer dapat mempelajari perkembangan tren dan karya yang telah dihasilkan sebelumnya.

“Intinya nanti setiap desainer, mulai desainer baru, begitu lihat, oh seperti ini lho kondisi atau perkembangan yang ada,” katanya.

Selain untuk pelaku industri dalam negeri, galeri tersebut diharapkan menjadi tempat belajar bagi pelajar sekolah mode dan desainer dari negara lain. Pengunjung dapat melihat secara langsung tekstur kain, pola jahitan, serta inovasi karya desainer Indonesia.

“Sehingga semakin banyak desainer fesyen Muslim baru dari Indonesia dan semakin banyak desainer fesyen dari negara lain yang belajar ke Indonesia,” tutur Putu.

Terkait lokasi, KNEKS telah membahas sejumlah opsi yang dinilai strategis. Salah satunya memanfaatkan fasilitas yang sudah dikelola kementerian lain, termasuk Rumah Kreatif yang berada di bawah Kementerian Ekonomi Kreatif.

“Tentu ketemu dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Kan punya tempat lokasi yang namanya Rumah Kreatif. Itu beberapa tempat bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan kreativitas-kreativitas desain di situ,” kata Putu. (hm25/kompas.com)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN