Thursday, August 13, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kronologi Bentrokan Antar Awak di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Mistar.idKamis, 13 Agustus 2026 pukul 09.36 WIB
kronologi_bentrokan_antar_awak_di_kapal_induk_uss_abraham_lincoln

Kapal induk USS Abraham Lincoln. (Foto: Reuters)

news_banner

Washington DC, MISTAR.ID – Bentrokan antara sesama awak kapal induk USS Abraham Lincoln yang berujung tewasnya 7 orang berawal dari datangnya penasihat Kepala Komando Pusat AS (Centcom), Brad Cooper, ke kapal tersebut.

Cooper datang untuk memberikan penjelasan tentang keluhan personel yang disebutkan sudah terlalu lama menjalani penugasan selama perang AS-Iran di Timur Tengah.

Sejumlah awak kapal hingga tentara AS dilaporkan mengalami tekanan fisik dan mental karena perang tersebut.

Saat memberikan penjelasannya, Cooper mendapat cemoohan dan lemparan botol ketika berbicara di hadapan awak kapal. Situasi kemudian memanas hingga terjadi perkelahian menggunakan pisau dan sejumlah senjata tajam lainnya.

Keluhan awak kapal

Keluhan mengenai masa penugasan juga disampaikan keluarga personel. USS Abraham Lincoln disebut telah menjalani penugasan selama 263 hari, dengan 208 hari di antaranya dihabiskan secara berturut-turut di laut.

Kondisi tersebut disebut berdampak terhadap kesehatan mental awak. Military Times melaporkan seorang istri tentara AS mengatakan suaminya pernah mencoba melompat ke laut karena mengalami tekanan emosional. Rekan-rekannya berhasil menyelamatkannya sebelum kemudian mendapat perawatan medis.

"Dia takut. Dia pikir akan diberhentikan secara tidak hormat, dan hanya karena dia kelelahan, kariernya selama 13 tahun hancur begitu saja," ujar Annabelle Loma, yang beberapa kali berkomunikasi dengan suaminya setelah perkelahian di kapal induk.

Keluarga personel lainnya juga mengungkapkan awak kapal harus menjalani jam kerja panjang dengan waktu istirahat terbatas. Bonnie York, yang anak tirinya bertugas di USS Abraham Lincoln, mengatakan kondisi moral para awak dan marinir sangat buruk.

"Dokter atau terapis kapal mengatakan mereka harus segera berlabuh atau orang-orang akan mulai kehilangan akal sehat," katanya, dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Selain persoalan kelelahan, aktivitas di USS Abraham Lincoln juga memiliki risiko keselamatan tinggi. Dek penerbangan kapal digunakan untuk operasi pesawat berkecepatan tinggi serta peralatan berat. Penanganan bom, rudal dan roket juga dilakukan di kapal sehingga memiliki risiko kecelakaan, kebakaran dan ledakan.

"Ini sudah menjadi tempat paling berbahaya di dunia, dan sekarang Anda harus bekerja keras, hari demi hari, tanpa istirahat. Ini adalah lingkungan rawan kecelakaan," kata Brett Snow, ayah salah seorang personel USS Abraham Lincoln.

Angkatan Laut AS membantah sejumlah laporan mengenai kondisi fisik kapal. Komandan Joseph Hontz, juru bicara Armada ke-5 Angkatan Laut AS, membantah kabar bahwa terdapat lubang pada kapal tersebut.

Hontz mengatakan personel masih dapat menggunakan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk fasilitas kebugaran, layanan kesehatan mental dan bantuan dari tim pendeta. Awak juga masih dapat berkomunikasi dengan keluarga melalui internet selama kondisi taktis memungkinkan.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN