Wednesday, August 12, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Tujuh Personel AS Tewas dalam Bentrokan di USS Abraham Lincoln

Mistar.idRabu, 12 Agustus 2026 pukul 15.16 WIB
tujuh_personel_as_tewas_dalam_bentrokan_di_uss_abraham_lincoln

Kapal induk AS, USS Abraham Lincoln. (foto: reuters/mistar)

news_banner

Washington DC, MISTAR.ID - Tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dalam bentrokan yang terjadi di kapal induk USS Abraham Lincoln. Sejumlah personel lainnya juga disebut mengalami luka-luka.

Laporan tersebut muncul ketika kapal induk AS itu tengah menjalani pengerahan panjang di tengah konflik militer antara Washington dan Iran. Kondisi tersebut disebut turut meningkatkan kekhawatiran mengenai kelelahan dan tekanan yang dialami para awak kapal.

Informasi mengenai insiden itu pertama kali diberitakan media Iran, Tasnim News Agency, mengutip sumber militer. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon, Angkatan Laut AS, maupun Gedung Putih mengenai laporan tersebut.

Menurut laporan Tasnim, bentrokan bermula ketika seorang penasihat Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, datang ke USS Abraham Lincoln untuk merespons keluhan awak kapal mengenai lamanya masa penugasan.

Ketegangan disebut meningkat setelah penasihat tersebut mendapat cemoohan dan lemparan botol air dari sejumlah personel yang hadir. Situasi kemudian berubah menjadi perkelahian fisik di antara awak kapal.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa sejumlah senjata tajam digunakan selama bentrokan. Akibatnya, tujuh personel dilaporkan meninggal dunia, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Suasana di atas kapal dilaporkan masih tegang. Namun, seluruh rincian mengenai insiden tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

USS Abraham Lincoln merupakan salah satu kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut AS. Kapal tersebut dilaporkan telah menjalani pengerahan selama ratusan hari dan saat ini beroperasi di kawasan Samudra Hindia dalam rangkaian operasi terkait konflik dengan Iran.

Lamanya masa pengerahan juga menjadi perhatian keluarga para personel. Mereka mengkhawatirkan kelelahan, kesehatan mental, serta kondisi kerja awak kapal yang jumlahnya mencapai ribuan pelaut dan Marinir.

Dalam sebuah pertemuan di San Diego pada pekan sebelumnya, sekitar 200 anggota keluarga personel militer AS dilaporkan menyampaikan keluhan langsung kepada Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS, Hung Cao. Mereka mempertanyakan kondisi awak kapal serta belum adanya kepastian mengenai jadwal kepulangan mereka.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN