Pakistan Kecam Serangan Houthi di Laut Merah yang Tewaskan Tiga Warganya

Rudal milik kelompok Houthi. (Foto: Reuters/Mistar)
Islamabad, MISTAR.ID – Pemerintah Pakistan mengecam serangan kelompok Houthi terhadap sebuah kapal komersial di Laut Merah yang menyebabkan tiga warga negaranya meninggal dunia.
Penjaga pantai Yaman sebelumnya melaporkan, serangan yang dilakukan kelompok Houthi tersebut menewaskan enam orang. Selain tiga warga Pakistan, seorang warga negara Indonesia (WNI) juga dilaporkan menjadi korban. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Houthi mengenai serangan tersebut.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. Melalui unggahan di media sosial X, Rabu (12/8/2026), Dar mengonfirmasi bahwa tiga warga Pakistan meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.
“Pakistan mengutuk keras serangan Houthi terhadap kapal komersial non-tempur,” ucap Dar, seperti dilaporkan AFP.
Pemerintah Pakistan kini berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta pemerintah Yaman yang diakui secara internasional untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai serangan tersebut, termasuk kondisi yang melatarbelakanginya.
“Kami sedang berhubungan dengan otoritas Saudi terkait, serta Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, untuk memastikan detail lebih lanjut tentang insiden tersebut dan keadaan di sekitarnya,” kata Dar.
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan keterlibatan sejumlah negara dalam konflik di kawasan Timur Tengah. Kondisi itu juga memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan Pakistan mempertahankan posisi netralnya di tengah hubungan pertahanan dengan sejumlah negara.
Pakistan diketahui memiliki pakta pertahanan dengan Arab Saudi yang diperluas pada pekan lalu dengan melibatkan Turki. Dalam kesepakatan tersebut, serangan terhadap salah satu dari tiga negara dipandang sebagai serangan terhadap seluruh pihak yang terlibat.
Meski demikian, Islamabad menegaskan bahwa kesepakatan pertahanan yang ditandatangani di Makkah, Arab Saudi, tersebut bersifat defensif dan tidak ditujukan kepada negara tertentu.
Di tengah situasi tersebut, Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi berada di Iran untuk membahas persoalan keamanan regional. Kementerian Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi keberadaan Naqvi di Iran pada Rabu (12/8).
Posisi Pakistan menjadi semakin kompleks karena negara tersebut juga berupaya memainkan peran sebagai mediator dalam mencari jalan keluar dari konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
PREVIOUS ARTICLE
Tujuh Personel AS Tewas dalam Bentrokan di USS Abraham Lincoln





















