Korban Gempa Kolombia Jadi 181 Orang, Tim Penyelamat Berpacu dengan Waktu

Tim penyelamat mengangkat salah seorang korban gempa dari reruntuhan. (foto: reuters via bbc)
Bogota, MISTAR.ID - Korban tewas akibat gempa magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia bertambah menjadi sedikitnya 181 orang. Tim penyelamat kini berpacu dengan waktu mencari korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat 111 korban meninggal. Selain korban tewas, hampir 2.600 orang dilaporkan terluka dan sekitar 200 lainnya masih dinyatakan hilang.
Dilansir BBC, Selasa (11/8/2026), Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyampaikan perkembangan terbaru tersebut dari Pereira, salah satu kota yang mengalami dampak terparah.
Lebih dari 1.100 rumah dilaporkan hancur atau tidak lagi layak ditempati, sementara sekitar 8.000 rumah lainnya mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi pada Senin (10/8/2026) pukul 07.34 waktu setempat.
Operasi pencarian terus dilakukan di sejumlah kota, terutama Cali dan Pereira. Petugas penyelamat bersama relawan menyisir reruntuhan untuk mencari warga yang kemungkinan masih bertahan hidup.
Di Cali, sedikitnya 95 orang dilaporkan meninggal. Wali Kota Cali Alejandro Eder mengatakan 239 orang masih terjebak, sementara 949 lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 45 bangunan juga dilaporkan runtuh seluruhnya maupun sebagian.
Sejumlah lantai atas sebuah rumah sakit di Cali turut ambruk. Beberapa bagian bangunan tersebut digunakan untuk pelayanan anak-anak dan sejumlah pasien dilaporkan terjebak.
Di kawasan Calima, empat anak meninggal setelah sebagian bangunan sekolah Gimnasio Calima runtuh. Sebanyak 30 anak lainnya harus mendapat perawatan medis, beberapa di antaranya mengalami luka serius.
Sementara di Pereira, dinas pemadam kebakaran setempat melaporkan sedikitnya 79 orang meninggal. Pemerintah kota memberlakukan hari bebas kendaraan untuk memberi ruang bagi operasi pencarian dan penyelamatan.
Ratusan relawan ikut membantu menyingkirkan puing-puing bangunan. Sejumlah warga membentuk kelompok untuk mengangkat material reruntuhan dan membuka akses bagi petugas yang mencari korban.
Ancaman gempa susulan turut menyulitkan proses penyelamatan. Layanan Geologi Kolombia mencatat lebih dari 70 gempa susulan sejak gempa utama terjadi pada Senin.
Dua di antaranya berkekuatan magnitudo 3,6 dan terjadi pada Selasa pagi masing-masing di San José del Palmar dan Santander.
Sebagian warga di Pereira dan Cali memilih menghabiskan malam di luar ruangan karena rumah mereka rusak maupun khawatir bangunan kembali runtuh akibat gempa susulan.
Status darurat telah diberlakukan pemerintah Kolombia. Bantuan internasional juga mulai ditawarkan, termasuk dari Amerika Serikat, Ekuador, Brasil, El Salvador, dan Venezuela. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan siap mendukung pemerintah Kolombia dalam menangani dampak bencana tersebut. (*)






















