Tuesday, August 11, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Enam Bandara di Kolombia Ditutup Akibat Gempa Magnitudo 7,4

Mistar.idSelasa, 11 Agustus 2026 pukul 00.31 WIB
enam_bandara_di_kolombia_ditutup_akibat_gempa_magnitudo_74

Warga dan petugas penyelamat mencari di antara reruntuhan bangunan yang runtuh setelah gempa bumi melanda Cali, Kolombia, Senin, 10 Agustus 2026. (Foto: AP Photo/Santiago Saldarriaga)

news_banner

Kolombia, MISTAR.ID - Enam bandara di wilayah barat Kolombia ditutup setelah gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang negara tersebut, Senin (10/8/2026). Penutupan dilakukan karena sejumlah fasilitas bandara mengalami kerusakan akibat gempa.

Badan penerbangan sipil Kolombia menyatakan operasional enam bandara dihentikan akibat kerusakan yang ditimbulkan gempa. Keenam bandara tersebut berada di Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura.

Dilansir AFP, badan penerbangan sipil setempat menyampaikan penutupan operasional keenam bandara itu melalui platform X.

Korban jiwa tercatat di sejumlah wilayah terdampak. Wali Kota Pereira Mauricio Salazar mengatakan 18 orang tewas di kota tersebut. Sejumlah warga lainnya dilaporkan masih terjebak di dalam bangunan yang runtuh.

Sementara itu, Wali Kota Manizales Jorge Eduardo Rojas mengatakan 2 orang meninggal dunia akibat gempa. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam wawancara dengan Blu Radio.

Gempa terjadi pada Senin sekitar pukul 07.34 waktu setempat. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan pusat gempa berada di San José del Palmar, Departemen Chocó.

Pusat gempa berjarak sekitar 280 kilometer sebelah barat Bogota dengan kedalaman 107 kilometer.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengatakan akan segera bertolak menuju wilayah yang terdampak untuk meninjau kondisi pascagempa.

Sementara di Bogota, warga berhamburan ke jalan setelah sirene darurat berbunyi. Sejumlah warga bahkan keluar rumah masih mengenakan pakaian tidur, menurut laporan wartawan AFP.

Pemerintah setempat masih melakukan pendataan terhadap dampak gempa, termasuk kerusakan bangunan dan fasilitas publik serta kemungkinan adanya korban tambahan. (hm25/detikcom)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN