Mendagri Malaysia Akui Pemindai KLIA Mampu Deteksi Narkoba

Mendagri Malaysia, Saifuddin Nasution Ismail. (Foto: Utusan.com)
Kuala Lumpur, MISTAR.ID – Menteri Dalam Negeri (mendagri) Malaysia Saifuddin Nasution Ismail mengatakan mesin pemindai di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) memiliki kemampuan mendeteksi narkoba.
Diketahui, pemeriksaan bagasi di KLIA dilakukan oleh otoritas Keamanan Penerbangan dengan dukungan polisi pembantu dari Malaysia Airports Holdings Bhd. Prosedur tersebut mengacu pada standar internasional yang ditetapkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Ia menegaskan, persoalan dalam kasus tersebut bukan terletak pada keterbatasan teknologi pemindai. Peralatan yang digunakan di KLIA disebut memiliki kemampuan mendeteksi berbagai jenis barang ilegal.
"Ini adalah insiden penyelundupan barang ilegal. Bukan karena masalah mesin pemindainya," kata Saifuddin, seperti dilansir New Straits Times, Selasa (11/8/2026).
Saifuddin menyebut pihaknya telah mendapat penjelasan dari Direktur Jenderal Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan Malaysia, Mohd Shuhaily Mohd Zain, mengenai kemampuan mesin pemindai tersebut.
"Mesin pemindai kita memiliki kemampuan penuh," ujarnya.
Masalahnya, kata dia, cakupan pemeriksaan selama ini lebih menitikberatkan pada senjata api, benda tajam, dan bahan peledak. Kondisi itu membuat kemampuan mendeteksi penyelundupan barang ilegal lainnya belum sepenuhnya dimanfaatkan.
"Jadi, bahkan ketika barang ilegal terdeteksi, ini adalah area yang perlu ditingkatkan, terutama dalam hal keahlian petugas yang melakukan pemeriksaan," katanya.
Saifuddin memastikan pemerintah Malaysia akan mengevaluasi sistem yang berjalan. Pemerintah juga tidak menutup kemungkinan menggunakan teknologi pemeriksaan yang lebih canggih untuk memperkuat pengawasan di pintu masuk negara.
"Apakah kita akan tetap statis dengan mesin yang ada ke depannya? Tentu tidak. Malaysia tetap terbuka untuk mengadopsi peralatan baru yang memiliki kemampuan lebih canggih," ucapnya.[]
PREVIOUS ARTICLE
Enam Bandara di Kolombia Ditutup Akibat Gempa Magnitudo 7,4

















