Tuesday, August 11, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Sultan Malaysia Perintahkan Pengawasan Bandara hingga Perbatasan Diperketat

Mistar.idSelasa, 11 Agustus 2026 pukul 09.38 WIB
sultan_malaysia_perintahkan_pengawasan_bandara_hingga_perbatasan_diperketat

Raja Malaysia Sultan Ibrahim Iskandar. (Foto: First Classe)

news_banner

Kuala Lumpur, MISTAR.ID – Raja Malaysia Sultan Ibrahim Iskandar memerintahkan seluruh aparat terkait memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk negara, mulai dari bandara hingga kawasan perbatasan.

Langkah tersebut diambil setelah seorang pilot Malaysia ditangkap di Indonesia karena diduga menyelundupkan narkoba.

Pilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman, ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta setelah kedapatan membawa 26 kilogram narkoba jenis ekstasi pada Selasa pekan lalu. Ia juga dinyatakan positif mengonsumsi metamfetamin, MDMA, dan kokain berdasarkan hasil pemeriksaan urine.

Sultan Ibrahim menilai penguatan pengawasan diperlukan untuk mencegah penyelundupan narkoba sekaligus menekan berbagai bentuk kejahatan lintas negara.

“Keamanan di seluruh titik masuk Malaysia harus diperkuat melalui penegakan aturan yang lebih efektif, pengawasan berkelanjutan, serta koordinasi antarkementerian dan lembaga terkait,” kata Sultan Ibrahim, dilansir dari New Straits Times, Selasa (11/8/2026).

Sejak pilot asal Malaysia ditangkap karena membawa sabu ke Indonesia, Malaysia Aviation Group (MAG) juga mewajibkan seluruh pilot Malaysia Airlines menjalani tes narkoba. Pemeriksaan terhadap 1.260 pilot tersebut ditargetkan selesai pada 15 Agustus.

Tindakan lainnya, dikatakan Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, aparat telah menyita 1.353,41 kilogram narkoba dengan nilai sekitar RM108,35 juta selama periode Januari-Juli 2026.

Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika penyitaan tercatat 235,36 kilogram. Penangkapan terkait kasus narkoba juga meningkat dari 57 orang pada tahun lalu menjadi 121 orang tahun ini.

Hussein sebelumnya menyatakan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) akan mengirim tim investigasi dan intelijen dari Satuan Kriminal Narkotika (JSJN) ke Jakarta.

Tim tersebut dijadwalkan berada di Indonesia pada 11-15 Agustus untuk mendukung penyelidikan kasus yang melibatkan pilot Malaysia Airlines tersebut.

Penyidik Malaysia akan menelusuri asal narkoba, cara penyelundupan, jaringan yang terlibat, hingga kemungkinan hubungan tersangka dengan sindikat narkoba di Indonesia.

PDRM juga akan menyelidiki bagaimana narkoba tersebut bisa dibawa melewati pemeriksaan keamanan di KLIA sebelum tersangka terbang ke Indonesia.

"Investigasi ini penting untuk mengidentifikasi seluruh rantai distribusi, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain," kata Hussein.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN