Friday, August 14, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS Segera Kirim USS George Washington ke Timur Tengah Gantikan USS Abraham Lincoln

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 15.18 WIB
as_segera_kirim_uss_george_washington_ke_timur_tengah_gantikan_uss_abraham_lincoln

USS George Washington. (Foto: Investing.com)

news_banner

Washington DC, MISTAR.ID – Amerika Serikat berencana mengerahkan kapal induk USS George Washington ke Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln yang sudah menjalani penugasan lebih dari 250 hari.

Dalam 200 hari terakhir, USS Abraham Lincoln juga disebut tidak pernah bersandar di pelabuhan.

Lamanya masa pengerahan dan tingginya intensitas operasi dinilai memberikan tekanan besar kepada para pelaut yang berada di dalam kapal.

Kondisi tersebut kini menjadi perhatian sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat. Mereka meminta Pentagon memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai situasi personel dan kondisi operasional USS Abraham Lincoln setelah kapal tersebut menjalani penugasan dalam waktu yang panjang.

Senator Richard Blumenthal bahkan telah mengirimkan surat kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut Hung Cao. Surat tersebut berisi permintaan informasi mengenai kondisi terkini para personel yang bertugas di USS Abraham Lincoln.

Rencana pengiriman USS George Washington sekaligus menjadi bagian dari upaya rotasi kapal induk AS di kawasan tersebut, setelah USS Abraham Lincoln menjalani masa operasi yang panjang.

"Terdapat laporan luas mengenai kekurangan pasokan dasar, kontaminasi air, masalah perpipaan, penurunan kesehatan mental, kekhawatiran keselamatan dek, dan gangguan pada sistem surat, yang menyebabkan banyak paket bantuan dalam perjalanan ke kapal hilang dalam transit selama berbulan-bulan," tulis Blumenthal dalam suratnya, dilansir dari Kompas.com.

Sikap serupa disampaikan oleh Anggota DPR AS Marlin Stutzman. Dalam keterangannya kepada CNN, Stutzman menyatakan rencananya untuk meminta pembaruan informasi dari Pentagon dan pihak pemerintah. Dia menegaskan bahwa para personel militer membutuhkan kepastian bahwa mereka mendapat perhatian dan perawatan yang layak.

"Pada akhirnya, kita tahu bahwa mereka yang bertugas harus memiliki kenyamanan dengan mengetahui bahwa mereka mendapatkan perawatan yang baik," ujar Stutzman. (Kompas)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN