Tuesday, September 29, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Istri Mendaki Himalaya dan Hilang Sinyal, Fiersa Besari: Sedang Khawatir Tapi Harus Profesional

Mistar.idSelasa, 29 September 2026 pukul 06.30 WIB
istri_mendaki_himalaya_dan_hilang_sinyal_fiersa_besari_sedang_khawatir_tapi_harus_profesional_

Fiersa Besari jaga anak sambil manggung di Pestapora 2026. (Foto: instagram.com/fiersabesari)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (29/9/2026) - Penyanyi Fiersa Besari tetap tampil di panggung Pestapora hari pertama, Jumat (25/9/2026), di tengah kekhawatiran terhadap istrinya, Siti Aqia Nurfadla, yang tengah mendaki di kawasan Himalaya.

Melalui unggahan Reels Instagram, Fiersa mengungkapkan ia tampil sambil menjaga anaknya, Kinasih, karena sang istri sedang berada di jalur pendakian.

"Manggung di Pestapora kali ini harus sambil jaga anak. Ibunya Kinasih sedang mendaki gunung di Himalaya dan posisi terakhir, timnya terjebak cuaca buruk," tulisnya.

"Sedang khawatir, tapi harus profesional. Langsung mode panggung," lanjutnya.

Pada Minggu (27/9/2026), Fiersa kembali membagikan kondisi istrinya melalui Instagram Story. Ia mengaku masih berkomunikasi secara intens dengan Aqia.

Sebelum sinyal terputus, Aqia sempat mengabarkan bahwa jalur pendakian menuju Annapurna Circuit ditutup akibat cuaca buruk. Informasi tersebut juga dikonfirmasi Fiersa melalui pemberitaan media.

Fiersa menyebut, Aqia dan timnya belum dapat melanjutkan perjalanan maupun kembali, setidaknya hingga 28 September 2026.

"Tapi sejauh ini belum ada yang perlu dikhawatirkan. Saya masih berkomunikasi dengan Afri, pemandu tim, yang menggunakan telepon satelit. Doanya ya kawan-kawan. Terima kasih," tulisnya.

Dalam unggahan tersebut, Fiersa juga menampilkan tangkapan layar komunikasinya dengan sang istri yang tetap berupaya menghubungi melalui pesan teks dan panggilan video meski terputus-putus.

Kekhawatiran Fiersa berkaitan dengan kondisi cuaca di Himalaya yang sedang rawan banjir dan longsor. Ia menyebut, yang membuatnya cemas adalah saat sang istri dan tim akan turun gunung.

Di wilayah tersebut, dilaporkan sempat terjadi longsor salju di puncak Himlung Himal, Distrik Manang, Nepal bagian barat, yang menyebabkan 10 orang hilang. Selain itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya hilang akibat tanah longsor di Distrik Palpa, Minggu (27/9/2026), serta banjir di sekitar Sungai Kaligandaki, Distrik Parbat.

"Kalau tidak jadi naik, berarti harus kembali ke Chame. Kalau jadi naik, saya hanya berharap Muktinath lebih aman untuk dilalui," pungkasnya.(CNN/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN