Penyebab Cedera Hamstring yang Sering Dialami Pesepak Bola

Ilustrasi cedera hamstring. (foto pixel/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID – Cedera menjadi salah satu persoalan yang kerap menghantui atlet sepak bola, terutama ketika menjalani kompetisi dengan intensitas tinggi. Salah satu jenis cedera yang cukup sering terjadi adalah hamstring, yakni cedera pada kelompok otot di bagian belakang paha.
Otot hamstring memiliki peran penting dalam berbagai gerakan eksplosif, seperti berlari cepat, melompat, melakukan perubahan arah, hingga menendang bola. Meski sering dikaitkan dengan pesepak bola, cedera ini juga dapat dialami siapa saja yang aktif melakukan olahraga.
Dokter Mayapada Hospital Surabaya, dr. Reyner Valiant Tumbelaka, menjelaskan cedera hamstring dapat terjadi ketika otot menerima beban yang melampaui kemampuan atau kapasitasnya.
"Cedera hamstring umumnya terjadi ketika otot menerima beban yang melebihi kapasitasnya, terutama saat seseorang melakukan sprint, perubahan arah secara cepat, atau gerakan dengan tenaga besar dalam waktu singkat," ujarnya dalam keterangan tertulis dilansir, Senin (26/9/2026).
Menurut Reyner, kondisi otot yang kurang optimal, kelelahan, serta ketidakseimbangan antara kekuatan dan fleksibilitas otot dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera.
Gejala yang umum dirasakan berupa nyeri tiba-tiba pada bagian belakang paha ketika berlari, menendang, atau melakukan perubahan arah secara mendadak. Cedera tersebut juga dapat membatasi pergerakan dan menurunkan kemampuan atlet dalam beraktivitas.
Untuk cedera hamstring ringan, penanganan awal dapat dilakukan menggunakan metode PRICE. Metode tersebut meliputi Protect atau melindungi bagian yang cedera, Rest atau mengistirahatkan, Ice atau memberikan kompres dingin, Compression dengan perban elastis untuk membantu mengendalikan pembengkakan, serta Elevation dengan meninggikan bagian tubuh yang cedera ketika beristirahat.
Dokter Mayapada Hospital Bandung, dr. Alvin Wiharja, mengatakan proses pemulihan tidak hanya bergantung pada pengendalian rasa sakit. Latihan untuk mengembalikan kekuatan otot juga menjadi bagian penting dalam pemulihan.
"Manajemen nyeri yang tepat dan latihan kekuatan otot berperan penting untuk membantu mengurangi risiko cedera berulang (overuse injury) serta mendukung seseorang kembali beraktivitas secara optimal," kata Alvin.
Ia menambahkan, berkurangnya rasa sakit setelah mendapatkan penanganan belum berarti fungsi otot telah sepenuhnya pulih. Karena itu, penguatan otot hamstring perlu dilakukan secara tepat, teratur, dan terukur agar kemampuan otot dapat kembali secara optimal.
Pencegahan Cedera Hamstring
Selain penanganan setelah cedera terjadi, langkah pencegahan juga penting untuk menekan risikonya. Dokter Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Taufan Favian Reyhan, mengatakan pencegahan tidak cukup hanya dengan melakukan pemanasan sebelum berolahraga.
"Pencegahan cedera hamstring tidak hanya bergantung pada pemanasan sebelum berolahraga. Kondisi kebugaran, keseimbangan kekuatan otot, pola latihan, hingga kualitas pemulihan juga perlu diperhatikan," ujarnya.
Menurut Taufan, evaluasi yang dilakukan secara tepat dapat membantu mengidentifikasi faktor risiko sejak dini. Hasil evaluasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar untuk menyesuaikan program latihan dan pencegahan berdasarkan kondisi masing-masing individu.
Pendekatan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan kesehatan olahraga yang tidak hanya berfokus pada penanganan cedera, tetapi juga berupaya mengidentifikasi risiko serta mendukung peningkatan performa atlet maupun masyarakat yang aktif berolahraga.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital menyediakan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) yang terintegrasi dengan Orthopedic Center.
Layanan SITPEC meliputi pemeriksaan kesehatan olahraga, skrining kesehatan dan kebugaran, pencegahan cedera, rehabilitasi, serta program peningkatan performa olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Layanan tersebut didukung oleh tim dokter multidisiplin serta fasilitas penunjang, seperti gym, Body Composition Analysis, dan pemeriksaan VO₂ Max. Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat maupun atlet menjalani aktivitas olahraga secara lebih aman dan terukur.
Informasi mengenai layanan Mayapada Hospital dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau Emergency Call 150990. Layanan darurat juga tersedia melalui fitur emergency call pada aplikasi MyCare.
Melalui aplikasi MyCare, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur Personal Health untuk memantau sejumlah indikator kebugaran, seperti detak jantung, jumlah langkah, kalori yang terbakar, hingga indeks massa tubuh (BMI).
PREVIOUS ARTICLE
Javier Siverio Kokoh di Puncak Topskor Championship Usai Cetak Gol ke Gawang AdhyaksaNEXT ARTICLE
GSI SMP Binjai Raih Juara I Tingkat Sumut





































