Wednesday, August 12, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Pesawat Air India Tiba-tiba Turun 300 Kaki, Pilot Positif Ganja

Mistar.idRabu, 12 Agustus 2026 pukul 21.59 WIB
pesawat_air_india_tibatiba_turun_300_kaki_pilot_positif_ganja_

Pesawat Air India. (foto: financial time/mistar)

news_banner

New Delhi, MISTAR.ID - Penerbangan Air India dengan rute Phuket-New Delhi mengalami insiden saat berada di udara. Pesawat Airbus A320neo tersebut sempat kehilangan ketinggian secara tiba-tiba hingga sekitar 300 kaki atau 91 meter ketika melintasi wilayah India.

Pesawat yang membawa 145 orang itu terdiri dari 137 penumpang dan delapan awak. Meski sempat mengalami perubahan ketinggian, pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di New Delhi.

Insiden tersebut kini tengah diselidiki oleh otoritas penerbangan India. Penyelidikan semakin menjadi perhatian setelah kapten pesawat dilaporkan mendapatkan hasil positif ganja dalam tes narkoba konfirmasi.

Reuters, Rabu (12/8/2026), melaporkan hasil positif tersebut diketahui setelah dilakukan pemeriksaan tahap kedua terhadap pilot yang identitasnya tidak diungkapkan.

Informasi mengenai hasil tes itu muncul setelah Kementerian Penerbangan Sipil India memanggil CEO Air India Campbell Wilson untuk membahas insiden penerbangan tersebut.

Air India maupun Kementerian Penerbangan Sipil India belum memberikan komentar terkait laporan mengenai hasil tes sang pilot. Namun, Wilson mengatakan kepada media lokal bahwa pihak maskapai telah menyerahkan laporan mengenai perkembangan penyelidikan kepada kementerian.

Penyelidikan dilakukan beberapa hari setelah insiden yang menyebabkan 13 penumpang dan empat awak mengalami luka-luka. Pemerintah India sebelumnya menyebut pesawat mengalami "perubahan ketinggian sesaat" ketika berada di atas negara bagian Odisha, India bagian timur.

Pada Minggu (9/8/2026), Kementerian Penerbangan Sipil India menyatakan pemeriksaan awal terhadap pilot untuk mendeteksi zat psikoaktif menunjukkan hasil yang memerlukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Tes lanjutan kemudian dilakukan untuk memastikan hasil pemeriksaan awal tersebut sekaligus mengetahui apakah terdapat indikasi pilot berada di bawah pengaruh zat psikoaktif ketika pesawat mengalami kehilangan ketinggian.

Pemeriksaan terhadap zat psikoaktif merupakan bagian dari prosedur dalam penyelidikan insiden penerbangan serius. Hasil awal yang menunjukkan indikasi non-negatif perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Dalam kasus penerbangan Air India ini, sumber yang dikutip Reuters dan Bloomberg menyebut hasil tes kedua juga menunjukkan adanya ganja.

Meski demikian, hasil positif tersebut belum dengan sendirinya membuktikan bahwa konsumsi ganja menjadi penyebab pesawat mengalami perubahan ketinggian. Hubungan antara kondisi pilot dan insiden penerbangan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan otoritas terkait.

Perhatian terhadap aspek keselamatan penerbangan di India meningkat seiring pesatnya pertumbuhan industri penerbangan negara tersebut. Sebelumnya, Air India juga menghadapi kecelakaan fatal yang melibatkan Boeing 787 Dreamliner pada 2025 serta sejumlah persoalan keselamatan penerbangan lainnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN