Rusia Impor Bensin dari India

Setetes BBM jatuh dari nosel bahan bakar di SPBU Royal Dutch Shell. (Foto: Bloomberg-Andrey Rudakov)
Moskow, MISTAR.ID – Rusia untuk pertama kalinya mengimpor bensin dari India untuk mengatasi kekurangan bahan bakar di dalam negeri, Jumat (14/8/2026).
Langkah tersebut dilakukan setelah serangkaian serangan drone Ukraina mengganggu operasional kilang minyak Rusia.
Pasokan tersebut berasal dari Nayara Energy, perusahaan penyulingan minyak India yang sebagian sahamnya dimiliki perusahaan minyak milik negara Rusia, Rosneft.
Bensin dikirim dari kilang Nayara di Vadinar, India bagian barat, dengan menggunakan jaringan kapal yang dikaitkan dengan apa yang disebut sebagai shadow fleet Rusia.
Data perusahaan analitik pasar Kpler yang dikutip Kyiv Independent menunjukkan kargo bensin tersebut tiba di pelabuhan Rusia pada Rabu (5/8/2026).
Menurut data yang sama, kapal berbendera Rusia bernama Cyclone mengangkut sekitar 42.000 metrik ton bensin dari kilang Vadinar pada pertengahan Juni.
Perjalanan kargo tersebut tidak berlangsung secara langsung. Kapal membawa bensin melalui rute yang berbelit dan melakukan transfer muatan ke kapal lain di lepas pantai Mesir sebelum akhirnya dikirim menuju Rusia.
Sebelum mengimpor dari India, Rusia masih dapat mengandalkan pasokan dari negara-negara tetangga, terutama Belarus dan Kazakhstan, untuk membantu memenuhi kebutuhan bahan bakar domestik.
Serangan drone ganggu kilang Rusia
Krisis pasokan bensin Rusia terjadi setelah Ukraina meningkatkan serangan drone jarak jauh terhadap infrastruktur energi Rusia. Sejumlah kilang minyak menjadi sasaran meski lokasinya berada ribuan kilometer dari garis depan.
Serangan tersebut merupakan bagian dari kampanye yang telah berlangsung sekitar 40 hari. Kyiv menyasar fasilitas-fasilitas penting yang dinilai berkaitan dengan kemampuan Rusia mempertahankan mesin perangnya.
Salah satu dampaknya terlihat pada penurunan kapasitas pengolahan minyak mentah Rusia. Analis yang dikutip Bloomberg memperkirakan volume pengolahan minyak mentah Rusia pada Juli turun menjadi sekitar 3,6 juta barel per hari.
Angka tersebut disebut sekitar sepertiga lebih rendah dibandingkan tingkat pengolahan yang biasanya diperkirakan untuk periode tersebut.
Berkurangnya kapasitas pengolahan kemudian berimbas pada produksi dan ketersediaan bensin di dalam negeri. Kondisi tersebut membuat Moskwa harus mencari sumber pasokan alternatif yang sebelumnya tidak menjadi pilihan utama.
Rusia mulai mencari pasokan lebih jauh
Sumit Ritolia, analis utama Kpler, mengatakan kebutuhan Rusia untuk mendatangkan bensin dari India menunjukkan tekanan serius terhadap keseimbangan pasokan bahan bakar domestik.
“Rusia sebelumnya masih memiliki pilihan untuk mengandalkan negara-negara di sekitarnya. Setelah meningkatnya serangan terhadap fasilitas minyak membuat sumber pasokan tidak lagi cukup untuk menutup kebutuhan,” tutur Sumit. (Kyiv Independent)
PREVIOUS ARTICLE
Hujan Ekstrem di Jepang, Enam Tewas-Ribuan Penumpang Terjebak






















