50 Ribu Tentara Korut Segera Dikerahkan ke Rusia, Ada Apa?

Volodymyr Zelenskyy. (Foto: Sven Hoppe/picture alliance via Getty)
Moskow, MISTAR.ID – Sekitar 30 ribu hingga 50 ribu tentara Korea Utara siap dikerahkan ke Rusia guna membantu perang melawan Ukraina. Klaim tersebut disampaikan Zelensky melalui akun media sosial X pada Sabtu (8/8/2026).
Namun, ia tidak menjelaskan sumber informasi yang menjadi dasar pernyataannya.
Zelensky sebelumnya menilai keterlibatan Korut dalam perang Rusia-Ukraina bukan sekadar soal penambahan personel militer. Menurutnya, Pyongyang juga sedang memanfaatkan konflik tersebut untuk mempelajari peperangan modern.
"Kami sudah menemukan rudal-rudal Korea Utara di teritori Ukraina. Hari ini, ini sudah menjadi fakta yang terbukti," ujar Zelensky, dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (12/8/2026).
Ia menyebut Korut berpotensi memperoleh pengalaman tempur sekaligus akses terhadap teknologi dan peralatan militer Rusia. Pengalaman tersebut, kata dia, dapat menjadi keuntungan bagi Pyongyang jika suatu saat terjadi konflik di kawasan Asia-Pasifik.
"Korea Utara akan terus membangun pengalamannya dalam peperangan modern, menerima lisensi dari Rusia, dan menerima segala macam peralatan militer dari mereka," ujarnya.
Ukraina Ingin Perkuat Kerja Sama dengan Korea Selatan
Di tengah meningkatnya keterlibatan Korut dalam konflik, Zelensky juga membuka peluang kerja sama yang lebih erat dengan Korea Selatan.
Presiden Ukraina itu berharap Seoul dapat membantu negaranya, terutama dalam penyediaan sistem pertahanan udara yang hingga kini masih menjadi salah satu kebutuhan Ukraina dalam menghadapi serangan Rusia.
"Kami sangat ingin menerima dukungan dari Korea Selatan di bidang sistem pertahanan udara. Dan kami siap untuk bekerja sama dalam Kesepakatan Drone dan bidang lainnya," katanya.
Zelensky memahami adanya batasan hukum di Korea Selatan terkait keterlibatan langsung dalam konflik. Meski demikian, ia mengatakan Ukraina tetap berharap kerja sama tersebut dapat diwujudkan.
Ia juga mengungkapkan bahwa diplomat Ukraina telah melakukan komunikasi dengan pemerintah Korea Selatan untuk membahas kemungkinan kerja sama tersebut.
Sejak beberapa waktu lalu, Korut telah mengirim pasukan ke Rusia untuk membantu Moskow melawan Ukraina. Pengerahan pasukan itu dilakukan seiring ditandatanganinya kerja sama strategis pada Juni 2024 lalu oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korut Kim Jong Un.
Pakta kerja sama itu mencakup bantuan timbal balik jika salah satu negara menghadapi agresi eksternal.
Pada 2024, Ukraina memproyeksikan sekitar 14 ribu tentara Korut telah dikirim ke Kursk, Rusia, untuk berperang.
Bulan ini, seorang pejabat intelijen militer Ukraina mengatakan kepada Reuters bahwa unit rudal Korea Utara sudah mulai dikerahkan ke Rusia barat, dengan dipersenjatai 120 rudal balistik serta enam peluncur untuk melakukan serangan terhadap Ukraina.
Ukraina belakangan telah mengeluhkan stok sistem pertahanan udara yang menipis. Rusia memanfaatkan kondisi ini dengan menggunakan lebih banyak rudal balistik, yang sangat sulit ditembak jatuh.
Menurut penilaian Ukraina dan independen, Korea Utara telah memasok Rusia dengan jutaan amunisi artileri dan mortir, rudal balistik, artileri jarak jauh, serta sistem roket peluncuran ganda.
Kedutaan Besar Korea Utara di Rusia belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters. (Cnn)



















