Rusia dan Ukraina Saling Gempur, 14 Orang Tewas

Tim penyelamat Ukraina mengevakuasi korban di atas tandu di lokasi serangan udara Rusia di Zaporizhzhia pada 2 Agustus 2026, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (Foto: AFP/Mistar)
Kyiv, MISTAR.ID – Rusia dan Ukraina kembali saling melancarkan serangan yang menewaskan sedikitnya 14 orang. Dalam serangan terbaru, sembilan korban jiwa dilaporkan berada di wilayah Rusia, sementara lima lainnya tewas akibat serangan Rusia di Ukraina.
Mengutip AFP, Senin (3/8/2026), eskalasi ini terjadi ketika kedua negara terus meningkatkan intensitas serangan, hampir empat setengah tahun sejak perang pecah.
Ukraina belakangan meningkatkan serangan ke sejumlah wilayah Rusia, termasuk fasilitas energi dan infrastruktur lainnya, sebagai upaya menekan Moskow agar bersedia kembali ke meja perundingan.
Di wilayah Belgorod, Rusia, yang berbatasan langsung dengan Ukraina, serangan udara, Minggu (2/8/2026), menewaskan empat orang. Penjabat Gubernur Belgorod, Alexander Shuvaev, mengatakan salah satu korban adalah seorang anak perempuan berusia 13 tahun yang terkena serangan di dekat taman bermain.
"Gadis berusia 13 tahun itu mengalami luka sangat parah. Tim medis telah berupaya menyelamatkannya, namun nyawanya tidak tertolong," ujar Shuvaev.
Serangan lain menggunakan drone juga dilaporkan terjadi di wilayah Saratov, dekat perbatasan Kazakhstan, yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Selain itu, sebuah mobil di wilayah Udmurtia, lebih dari 1.000 kilometer dari garis depan, menjadi sasaran serangan drone Ukraina. Tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.
"Tindakan ini sangat mengerikan dan tidak masuk akal. Korban jelas bukan target militer," kata Penjabat Gubernur Udmurtia, Olga Abramova.
Di pihak Ukraina, serangan Rusia menewaskan dua orang di wilayah Dnipropetrovsk. Otoritas setempat juga melaporkan masing-masing satu korban tewas di Zaporizhzhia dan Kherson.
Serangan terpisah Rusia di wilayah Kharkiv menghantam terminal milik perusahaan jasa pengiriman Nova Poshta dan menewaskan seorang pekerja.
Sementara itu, upaya diplomatik yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik masih belum menunjukkan perkembangan berarti. Perundingan yang sempat berlangsung terhenti sejak Februari, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran.
Baik Rusia maupun Ukraina terus membantah tuduhan sengaja menargetkan warga sipil dalam serangan yang mereka lakukan.
PREVIOUS ARTICLE
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Mesir, Belum Ada Laporan Korban


















