Thursday, July 2, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Serangan Besar Rusia ke Kyiv Tewaskan 13 Orang, Ukraina Minta Tambahan Pertahanan Udara

Mistar.idKamis, 2 Juli 2026 pukul 15.26 WIB
serangan_besar_rusia_ke_kyiv_tewaskan_13_orang_ukraina_minta_tambahan_pertahanan_udara

Serangan rudal Rusia menghantam Kyiv, Ukraina. (Foto: Reuters/Mistar)

news_banner

Kyiv, MISTAR.ID - Serangan gabungan rudal dan drone yang dilancarkan Rusia ke ibu kota Ukraina, Kyiv, menewaskan sedikitnya 13 orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka. Pemerintah Ukraina kembali meminta negara-negara mitra memperkuat bantuan sistem pertahanan udara untuk menghadapi intensitas serangan yang terus meningkat.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan hingga saat ini korban jiwa yang telah terkonfirmasi mencapai 13 orang, sementara sedikitnya 86 orang lainnya mengalami luka-luka.

Serangan tersebut menghantam sejumlah kawasan permukiman dan merusak bangunan apartemen di berbagai titik di Kyiv. Gempuran terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Rusia tengah menyiapkan serangan berskala besar.

Sejak invasi dimulai lebih dari empat tahun lalu, Rusia secara berkala melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai kota di Ukraina, termasuk Kyiv. Konflik tersebut menjadi perang paling mematikan di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Rentetan ledakan mulai terdengar Rabu (1/7/2026) malam hingga Kamis (2/7/2026) dini hari ketika rudal dan drone menghujani wilayah ibu kota.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga kembali mendesak negara-negara sekutu agar segera mengirimkan tambahan sistem pertahanan udara. Menurutnya, penguatan perlindungan udara menjadi kebutuhan paling mendesak setelah serangan besar yang kembali mengguncang Kyiv.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan Rusia meluncurkan 496 drone dan 74 rudal, termasuk rudal balistik yang dikenal sulit untuk dicegat. Dari jumlah tersebut, pihaknya mengklaim berhasil menghancurkan 476 drone dan 48 rudal sebelum mencapai sasaran.

Serangan terbaru itu terjadi setelah Presiden Zelensky mempersingkat kunjungannya ke Dublin pada Rabu (1/7/2026) menyusul laporan intelijen mengenai potensi serangan besar Rusia.

Selama serangan berlangsung, banyak warga Kyiv mencari perlindungan di stasiun metro bawah tanah, ruang bawah tanah, maupun koridor bangunan untuk menghindari hantaman rudal dan drone.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN