Rusia Batasi Penjualan Bahan Bakar di Sejumlah Wilayah Akibat Lonjakan Permintaan

Ilustrasi. (Foto: UNSPLASH/Workman Kapotnya)
Moskow, MISTAR.ID - Pemerintah Rusia memberlakukan pembatasan sementara penjualan bahan bakar di sejumlah wilayah menyusul meningkatnya permintaan dan gangguan pasokan akibat serangan drone Ukraina terhadap fasilitas energi negara itu.
Di wilayah Saratov, penjualan bensin kepada pelanggan individu dibatasi maksimal 30 liter per kendaraan mulai 23 hingga 30 Juni 2026. Gubernur Saratov, Roman Busargin, mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk mencegah kepanikan dan spekulasi di pasar bahan bakar.
Sementara itu, otoritas di wilayah Omsk juga menerapkan pembatasan penjualan bensin dan solar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Berdasarkan aturan yang diberlakukan, pembelian dibatasi hingga 40 liter bensin dan 80 liter solar per kendaraan. Untuk SPBU di jalur jalan raya, batas pembelian ditetapkan 40 liter bensin dan 200 liter solar.
Gubernur Omsk, Vitaly Khotsenko, menyebut langkah tersebut bertujuan mencegah permintaan buatan dan praktik spekulasi yang berpotensi mengganggu distribusi bahan bakar.
Pembatasan serupa juga diberlakukan di wilayah Voronezh mulai 23 Juni. Pemerintah daerah menetapkan batas pembelian 30 liter bensin dan 60 liter solar per kendaraan di SPBU reguler. Adapun di SPBU jalan raya, batas pembelian ditingkatkan menjadi 60 liter bensin dan 200 liter solar.
Pemerintah Voronezh memastikan stok bensin jenis AI-95, AI-92, dan solar masih tersedia dalam jumlah cukup. Namun, sejumlah SPBU mengalami kekurangan pasokan sementara akibat kendala logistik dan meningkatnya permintaan masyarakat.
Kebijakan pembatasan ini muncul setelah serangkaian serangan pesawat tanpa awak Ukraina terhadap kilang minyak Rusia. Beberapa fasilitas penyulingan dilaporkan harus menghentikan operasi untuk pemeliharaan, sehingga memengaruhi pasokan bahan bakar domestik.
Dalam sepekan terakhir, pembatasan penjualan bahan bakar juga telah diterapkan di Krimea dan wilayah Tver. Di Krimea, bahan bakar saat ini diprioritaskan untuk instansi pemerintah, sementara pelanggan korporasi di Tver masih dapat melakukan pembelian tanpa batasan.
Produsen minyak Rusia, Tatneft, turut memberlakukan pembatasan sementara penjualan bensin dan solar di jaringan SPBU miliknya setelah kilang TANECO di Tatarstan dilaporkan menjadi sasaran serangan drone Ukraina pada 12 Juni lalu.
Staf Umum Ukraina sebelumnya mengklaim telah menyerang 16 kilang minyak dan terminal bahan bakar utama Rusia, yang menyebabkan lebih dari 30 persen kapasitas penyulingan minyak negara tersebut tidak beroperasi. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Iran-AS Lanjutkan Perundingan di Swiss Meski Ada Ancaman TrumpBERITA TERPOPULER
























