I-League Cabut Larangan Away Suporter, SMeCK Hooligan Minta Aturan Diperjelas

SMeCK Hooligan mengapresiasi pencabutan larangan away dari I-League. Namun kelompok suporter PSMS Medan meminta regulasi untuk lebih diperjelas. (Foto:dokumen PSMS Medan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (13/8/2026) - Kelompok suporter SMeCK Hooligan menanggapi pencabutan larangan away (bertandang) bagi suporter klub-klub yang berlaga di kompetisi yang dinaungi oleh I-League.
Diketahui sudah beberapa tahun berjalan regulasi tidak diperbolehkannya para suporter untuk bertandang ke markas lawan. Kini, I-League telah resmi mencabut regulasi tersebut untuk musim 2026-2027.
Ketua Umum SMeCK Hooligan Lawren Simorangkir pun mengaku pihaknya sudah mengetahui kebijakan tersebut.
“Iya, kita sudah tahu terkait pencabutan larangan away suporter ini sudah seminggu yang lalu isu-isunya, dan baru inilah beredar di media,” ujarnya kepada Mistar, Kamis (13/8/2026) sore.
Lawren pun mengapresiasi langkah yang dikeluarkan oleh I-League sebagai operator liga saat ini.
“Jadi kalau terkait ini kami dari SMeCK Hooligan mengucapkan terima kasih kepada federasi atau I-League yang telah mencabut larangan away ini,” ucapnya.
Namun, ia mengatakan regulasi pun harus diperjelas. Menurutnya, aturan pencabutan larangan away tersebut masih tidak spesifik karena tetap adanya pengecualian untuk para suporter bertandang ke markas lawan.
Diketahui, I-League masih menaruh sorotan untuk laga-laga yang memiliki intensitas tinggi. I-League tetap memberi batasan untuk para suporter yang berasal dari tim-tim berivalitas tinggi.
“Tapi kita bingungkan ini katanya ada memakai batasan. Kita bingung juga ini, batasannya gimana,” tutur Lawren.
Lawren pun berharap hal ini harus diperjelas kembali tolok ukur dari laga-laga yang memiliki rivalitas tinggi tersebut agar suporter tidak salah langkah.
“Karena ada kita baca itu ada batasan, batasannya itu gimana, kami kira ini harus diperjelas agar tidak keliru. Begitu saja harapan kami,” katanya. (hm27)





















