Thursday, August 13, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Seni Merayu Tuhan, Kisah Kehilangan dan Pencarian Makna Hidup

Mistar.idKamis, 13 Agustus 2026 pukul 17.51 WIB
seni_merayu_tuhan_kisah_kehilangan_dan_pencarian_makna_hidup

Ilustrasi, Seni Merayu Tuhan, Kisah Kehilangan dan Pencarian Makna Hidup. (foto:imdb/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (13/8/2026) — Film Seni Merayu Tuhan hadir di bioskop Indonesia mulai Kamis, 13 Agustus 2026. Film drama produksi Wahana Kreator ini mengangkat kisah kehilangan, keluarga, persahabatan, cinta, dan perjalanan spiritual seorang anak muda.

Film yang disutradarai Cesa David Luckmansyah ini diadaptasi dari buku Seni Merayu Tuhan karya Habib Husein Ja'far Al Hadar. Skenarionya ditulis oleh Salman Aristo, Gina S. Noer, dan Rino Sarjono. Film ini berdurasi 115 menit dengan rating 13+.

Kisah Hikmah Setelah Kehilangan Ibu

Cerita berpusat pada Hikmah, diperankan Ari Irham, seorang pemuda yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan pergaulan dan kisah cintanya bersama Sophia daripada memperhatikan keluarga maupun kehidupan spiritualnya.

Hubungan Hikmah dengan sang ibu, Halimah, yang diperankan Rieke Diah Pitaloka, juga tidak berjalan harmonis. Ia kerap mengabaikan perhatian dan pesan sang ibu hingga sebuah kehilangan besar mengubah hidupnya.

Setelah Halimah meninggal, sosok sang ibu terus muncul dalam mimpi Hikmah. Kondisi tersebut membuatnya dihantui rasa bersalah dan penyesalan. Ia kemudian berusaha mencari cara agar sang ibu dapat tenang, sekaligus menemukan kembali makna keikhlasan dan keimanan yang selama ini tidak ia pahami.

Persahabatan dan Cinta Ikut Menguji Hikmah

Dalam perjalanan tersebut, Hikmah tidak sendirian. Ia ditemani Hotib, sahabat masa kecilnya yang diperankan Teuku Ryzki, serta Sophia, kekasihnya yang diperankan Lutesha.

Hubungan Hikmah dan Sophia turut menghadirkan persoalan perbedaan agama. Sementara itu, kehadiran Hotib menjadi bagian penting dari perjalanan Hikmah ketika ia berusaha menghadapi duka dan mencari arah hidup.

Film ini pun tidak hanya berfokus pada persoalan agama, tetapi menggabungkan drama keluarga, persahabatan, percintaan, kehilangan, dan pencarian jati diri.

Ari Irham dan Rieke Diah Pitaloka Bawa Konflik Emosional

Ari Irham mengaku proses mendalami karakter Hikmah cukup emosional. Ia mengeksplorasi sisi karakter yang sedang berduka, kebingungan, kehilangan arah, hingga bertindak impulsif setelah mengalami kehilangan besar.

Sementara itu, Rieke Diah Pitaloka berperan sebagai Halimah, sosok ibu yang menjadi pusat perubahan dalam kehidupan Hikmah. Meskipun kehadirannya dalam cerita berkaitan erat dengan kehilangan, karakter Halimah menjadi pemicu perjalanan spiritual sang anak.

Selain Ari Irham, Lutesha, Teuku Ryzki, dan Rieke Diah Pitaloka, film ini turut dibintangi Sita Nursanti, Onadio Leonardo, Alfie Alfandy, Arie Kriting, Guzman Sige, Miing Bagito, Irgi Fahrezi, serta Habib Husein Ja'far Al Hadar.

Debut Cesa David Luckmansyah sebagai Sutradara

Seni Merayu Tuhan menjadi debut penyutradaraan Cesa David Luckmansyah. Sebelumnya, Cesa dikenal sebagai penyunting film dan telah meraih penghargaan di bidang penyuntingan.

Menariknya, film ini juga mempertemukan gagasan dari buku karya Habib Jafar dengan pendekatan sinema. Tantangannya adalah menerjemahkan gagasan reflektif mengenai hubungan manusia dengan Tuhan menjadi perjalanan karakter yang memiliki konflik keluarga, cinta, kehilangan, dan pencarian jati diri.

Bukan Sekadar Film Religi

Judul Seni Merayu Tuhan menjadi pintu masuk untuk memahami perjalanan Hikmah. "Merayu Tuhan" tidak sekadar dimaknai sebagai upaya meminta sesuatu melalui doa, tetapi sebagai gambaran tentang manusia yang berusaha kembali mendekat kepada Tuhan setelah menyadari kesalahan dan keterbatasannya.

Dengan titik berangkat berupa kehilangan seorang ibu, film ini membawa pesan yang lebih luas tentang penyesalan dan kesempatan memperbaiki diri.

Seni Merayu Tuhan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Film ini menjadi pilihan bagi penonton yang ingin menyaksikan drama keluarga dan perjalanan spiritual yang dikemas melalui kisah anak muda.

(berbagaisumber/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN