Saturday, September 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Drainase Proyek Rp298,9 Juta di Dairi Retak, Padahal Baru Selesai Dikerjakan

Mistar.idSabtu, 19 September 2026 pukul 14.40 WIB
drainase_proyek_rp2989_juta_di_dairi_retak_padahal_baru_selesai_dikerjakan

Bangunan drainase di Bintang Hulu yang baru saja selesai dikerjakan sudah rusak mengalami retak-retak pada bagian lining dan lantai. (foto: julius/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID - Proyek drainase senilai Rp298.950.000 di Rimo Bunga, Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, sudah rusak. Kerusakan terlihat pada lining dan lantai drainase, yaitu mengalami retak-retak (pecah).

Menurut para pekerja di lokasi saat ditemui sejumlah media, Jumat (18/9/2026), bangunan drainase tersebut terlihat baru selesai dikerjakan. Para pekerja di lapangan terlihat melanjutkan pekerjaan bangunan tembok penahan tanah (TPT) di lokasi yang sama.

Saat sejumlah pekerja itu ditanya mengenai kondisi drainase baru selesai dikerjakan namun sudah mengalami kerusakan, mereka memilih diam.

Terpantau dari papan plang informasi, proyek tersebut bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang(PUTR) Dairi, kegiatan penyelenggaraan jalan Kabupaten/Kota, sub kegiatan pemeliharaan berkala jalan tahun anggaran 2026, pekerjaan perbaikan bahu jalan Rimo Bunga Kelurahan Bintang Hu, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, senilai Rp298.950.000, sumber dana APBD DAU (TKD) Dairi tahun anggaran 2026, masa pelaksanaan Agustus-Oktober 2026, pelaksana CV. TG.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR, Makarios Sagala, ketika dikonfirmasi tidak berhasil karena tidak aktif.

Sebelumnya, salah seorang warga Sidikalang bermarga Sirait, menginformasikan pelaksanaan proyek drainase dan TPT dimaksud, diduga asal dikerjakan. Sirait juga mengatakan saat pekerjaan berlangsung tidak ada pihak Dinas PUTR yang mengawasi, sehingga hasil dan kualitas proyek tersebut sangat diragukan dan dicurigai.

Menurutnya, pekerjaan TPT juga diduga tidak sesuai speck, sehingga karakteristik beton TPT itu juga dicurigai. Untuk itu, Sirait berharap pekerjaan tersebut supaya ditinjau kembali oleh Kepala Dinas PUTR Dairi, Masyaraya Berutu bersama Bupati Dairi, Vickner Sinaga.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN