Virus Influenza A Bisa Bertahan di Permukaan, Ini Pesan Dokter

Ilustrasi Virus Influenza A. (Foto: iStock)
Medan, MISTAR.ID - Penularan Virus Influenza A tidak hanya terjadi melalui droplet saat seseorang berbicara, batuk, atau bersin, tetapi juga dapat terjadi melalui benda atau permukaan yang telah terkontaminasi.
Influenza A, termasuk subtipe H1N1 dan H3N2, merupakan salah satu virus yang umum menyerang saluran pernapasan. Di sejumlah wilayah, penularannya cenderung meningkat pada periode tertentu atau bersifat musiman.
Infeksi virus ini dapat memicu peradangan pada saluran pernapasan dan menimbulkan sejumlah gejala, seperti demam, selesma, batuk kering, nyeri otot atau persendian, penurunan nafsu makan, hingga kelelahan.
Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis, Profesor Anggraini Alam, mengatakan virus Influenza A dapat bertahan selama beberapa waktu pada permukaan benda yang terkontaminasi.
Menurut Anggraini, pada permukaan berbahan kain, virus dapat bertahan hingga sekitar 12 jam. Sementara pada permukaan berpori seperti meja, virus disebut dapat tetap bertahan hingga dua hari.
Karena itu, Anggraini mengingatkan masyarakat untuk memperketat penerapan protokol kesehatan guna mengurangi risiko penularan.
"Jangan pegang mata, hidung sebelum cuci tangan," ujar Anggraini dalam media briefing yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Jumat (18/9/2026).
Selain rajin mencuci tangan, masyarakat juga dianjurkan menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain dan menggunakan masker ketika berada di tempat tertutup.
Anggraini juga mengimbau masyarakat yang sedang tidak fit, terutama ketika mulai mengalami batuk atau bersin, untuk sebisa mungkin tetap berada di rumah.
Langkah tersebut penting dilakukan untuk mengurangi risiko penularan Influenza A kepada orang lain, terutama di lingkungan dengan interaksi yang padat.
Cara Membedakan Gejala Flu dan Alergi
Influenza A sendiri, lanjut Anggraini, lebih berat dari selesma atau flu yang disebabkan Rhinovirus. Saat masuk ke dalam tubuh, virus ini akan lihai memperbanyak diri hingga merusak sel-sel tubuh manusia.
"Begitu makin banyak, dia [virus] ke jaringan pernapasan dan menyebabkan peradangan," ujarnya.
Gejala Influenza A juga disebut lebih berat dibandingkan selesma biasa. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan gejala yang muncul. Demam, sakit kepala, dan nyeri persendian jadi gejala utama infeksi Influenza A.
"Yang namanya tanda gejala ini, tak mesti semuanya ada. Biasanya yang selalu ada itu demam, sakit kepala, dan sakit badan," jelasnya.
Jika ketiga gejala di atas disertai tanda lain seperti batuk, hidung tersumbat, kelelahan, hingga nafsu makan menurun, segera lakukan pemeriksaan medis. (hm25/CNN Indonesia)









































