Jalinsum Lae Pondom Dairi Macet Total, Kendaraan Mengantre Lebih dari Lima Jam

Antrean kenderaan di Jalinsum Tanjung Beringin-Lae Pondom Dairi. (foto: dokumentasi pengendara/mistar)
Dairi, MISTAR.ID – Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di kawasan Lae Pondom, Kabupaten Dairi, macet total. Antrean kendaraan bahkan berlangsung selama berjam-jam dan hingga Jumat (18/9/2026) pagi belum sepenuhnya terurai.
Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, mengatakan kemacetan total terjadi di Lae Pondom hingga menyebabkan antrean kendaraan memanjang dan memakan waktu cukup lama. "Tetapi petugas sudah bekerja di lapangan," ujar Syahril.
Menurut Syahril, kemacetan terjadi akibat adanya pekerjaan proyek Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), berupa pengerukan pada sisi kiri dan kanan bahu jalan. Kondisi tersebut membuat kendaraan berukuran besar kesulitan melintas ketika berpapasan.
Situasi semakin parah setelah sebuah truk besar mengalami patah as tarik di lokasi proyek. Selain itu, terdapat kendaraan yang terperosok ke lubang bekas pengerukan di sisi jalan sehingga menghambat kendaraan besar lainnya untuk melintas. "Ada truk patah as tarik dan terperosok di lubang kerukan sisi kiri dan kanan bahu jalan, sehingga mobil sulit melintas," kata Syahril.
Syahril mengatakan, Kasat Lantas Polres Dairi telah turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas. Petugas juga meminta para pengendara yang terjebak antrean agar bersabar.
Terkait pengaturan lalu lintas di lokasi pekerjaan proyek, Syahril menyebut pihak pelaksana proyek tidak melakukan koordinasi maupun mengajukan permohonan pengaturan lalu lintas kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, pihak BBPJN melalui Cristopel Sinaga saat dikonfirmasi MISTAR melalui telepon, Jumat (18/9/2026), mengaku baru mengetahui adanya kemacetan di ruas Jalinsum tersebut, tepatnya di kawasan Tanjung Beringin, Sumbul.
Menurutnya, informasi sementara yang diterima menyebutkan kemacetan dipicu oleh truk yang mengalami patah as tarik.
Namun, Cristopel mengatakan ruas jalan tersebut bukan merupakan ruas yang berada di bawah pengawasannya. Cristopel mengaku memperoleh informasi tersebut dari sopir truk pengantar material batu ke lokasi proyek.
Sementara itu, seorang warga bermarga Panggabean, pengendara asal Sidikalang yang hendak menuju Kabanjahe, Kabupaten Karo, mengaku telah terjebak dalam antrean selama kurang lebih empat jam.
Ia mengatakan mulai berada di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB dan hingga pukul 10.45 WIB belum berhasil keluar dari jalur antrean kendaraan.
Menurut informasi yang diperolehnya dari warga dan pengendara lain di lokasi, kemacetan total di kawasan tersebut telah terjadi sejak sekitar pukul 21.00 WIB, Kamis (17/9/2026), dan masih berlangsung hingga Jumat pagi.








































