Buku Adik Putri Diana Picu Respons Langka King Charles, Ada Klaim soal Percakapan Sensitif

Putri Diana semasa hidup (kiri) dan Earl Spencer. (foto:fb@abelgadogado/theguardian/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (18/9/2026) — Buckingham Palace memberikan respons yang jarang terjadi terhadap klaim Earl Spencer mengenai percakapannya dengan King Charles setelah kematian Putri Diana pada 1997.
Dalam memoarnya yang akan datang, Swan Song: Diana, My Sister, Earl Spencer mengklaim bahwa Charles, yang saat itu masih bergelar Prince of Wales, mengatakan Diana akan “segera dilupakan” dalam percakapan yang berlangsung beberapa hari setelah kematian sang putri.
Klaim tersebut muncul menjelang penerbitan buku Spencer pada 22 September 2026. Buku itu menceritakan kehidupan dan kematian Diana dari perspektif saudara kandungnya.
Respons Buckingham Palace kemudian menjadi perhatian tersendiri karena Istana Kerajaan Inggris biasanya memilih untuk tidak menanggapi isi buku secara langsung.
Buckingham Palace Singgung Pengaruh Duka terhadap Ingatan
Dalam pernyataannya, Buckingham Palace tidak hanya membantah isi klaim Spencer, tetapi juga mempertanyakan bagaimana duka dapat memengaruhi ingatan seseorang.
Istana menyatakan bahwa King Charles menyadari rasa sakit akibat kehilangan anggota keluarga dapat “mengaburkan nalar, memengaruhi penilaian, dan mewarnai ingatan” seseorang, termasuk bertahun-tahun setelah peristiwa tersebut.
Pernyataan itu menjadi respons yang tidak biasa karena Istana sebelumnya dikenal berhati-hati dalam memberikan komentar mengenai buku yang memuat kisah pribadi keluarga kerajaan. Sky News menyebut intervensi tersebut sebagai respons langka Buckingham Palace terhadap klaim dalam buku Spencer.
Dengan demikian, persoalan yang muncul bukan hanya mengenai apa yang sebenarnya dikatakan King Charles pada 1997, tetapi juga mengenai perbedaan ingatan antara pihak-pihak yang terlibat dalam percakapan tersebut.
Earl Spencer Klaim Charles Mengatakan Diana Akan Segera Dilupakan
Dalam memoarnya, Earl Spencer menceritakan perselisihan dengan Charles mengenai rencana prosesi pemakaman Diana.
Spencer disebut keberatan dengan keputusan agar kedua putra Diana, Prince William dan Prince Harry, berjalan di belakang peti jenazah ibu mereka. Saat itu William berusia 15 tahun, sedangkan Harry berusia 12 tahun.
Menurut Spencer, ia berpendapat bahwa Diana tidak akan menginginkan kedua putranya menjalani pengalaman tersebut di hadapan jutaan orang.
Perselisihan itu kemudian berkembang menjadi percakapan melalui telepon dengan Charles.
Spencer mengklaim bahwa dalam percakapan tersebut Charles mengatakan, “rest assured, we’ll forget her soon enough”, atau secara harfiah, “tenang saja, kita akan segera melupakannya.”
Spencer juga menggambarkan perkataan tersebut sebagai ungkapan yang menurutnya mencerminkan sikap negatif Charles terhadap Diana.
Namun, bagian tersebut merupakan kesaksian Spencer mengenai percakapan pribadi yang terjadi hampir tiga dekade lalu. Tidak ada rekaman percakapan yang dipublikasikan untuk mengonfirmasi klaim tersebut.
Perdebatan Bermula dari Prosesi Pemakaman Diana
Diana meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris pada 31 Agustus 1997 dalam usia 36 tahun.
Pemakamannya kemudian berlangsung pada 6 September 1997. William dan Harry berjalan di belakang peti jenazah Diana bersama Charles, Prince Philip, dan Earl Spencer dalam prosesi menuju Westminster Abbey.
Dalam memoarnya, Spencer mengungkapkan bahwa dirinya sejak awal menolak keputusan tersebut karena kedua keponakannya masih sangat muda.
Perselisihan mengenai prosesi inilah yang menurut Spencer menjadi latar percakapannya dengan Charles.
Klaim tersebut kini kembali menjadi sorotan karena hampir 29 tahun setelah kematian Diana, versi Spencer mengenai peristiwa tersebut berhadapan dengan respons langsung dari Buckingham Palace.
King Charles Tidak Memberikan Pernyataan Pribadi
Respons yang muncul berasal dari Buckingham Palace, bukan pernyataan pribadi King Charles mengenai percakapan tersebut.
Istana menekankan bahwa pihaknya pada prinsipnya tidak memberikan komentar mengenai buku. Namun, dalam kasus ini, Istana memilih memberikan tanggapan dengan menyinggung kondisi duka dan kemungkinan pengaruhnya terhadap ingatan serta penilaian.
Artinya, Buckingham Palace tidak menghadirkan rekaman atau saksi baru untuk membuktikan versi peristiwa 1997. Respons tersebut terutama mempertanyakan reliabilitas ingatan Spencer mengenai percakapan yang telah berlangsung puluhan tahun lalu.
Swan Song Ungkap Perspektif Earl Spencer tentang Diana
Swan Song: Diana, My Sister merupakan memoar Charles Spencer yang secara khusus menceritakan Diana dari sudut pandang saudara laki-lakinya.
Menurut penerbit Penguin Press, buku tersebut mengisahkan kehidupan Diana sekaligus minggu-minggu terakhir dan kematiannya pada 1997 dari perspektif Spencer sebagai kakaknya. Buku ini dijadwalkan terbit secara global pada 22 September 2026.
Kemunculan sejumlah ekstrak sebelum tanggal penerbitan resmi membuat buku tersebut sudah menjadi perhatian publik, terutama karena menyentuh hubungan Diana dengan keluarga kerajaan dan peristiwa setelah kematiannya.
Perang Versi tentang Percakapan Charles dan Spencer
Hingga kini, terdapat dua hal yang perlu dibedakan.
Pertama, Earl Spencer menyampaikan kesaksiannya sendiri mengenai percakapan dengan Charles dan mengutip perkataan yang menurutnya disampaikan sang pangeran pada 1997.
Kedua, Buckingham Palace mempertanyakan akurasi ingatan tersebut dengan menyinggung pengaruh duka terhadap penilaian dan memori.
Karena percakapan tersebut bersifat pribadi dan berlangsung hampir tiga dekade lalu, klaim mengenai kalimat yang sebenarnya diucapkan belum dapat diverifikasi secara independen berdasarkan informasi yang tersedia.
Kontroversi ini pun membuat memoar yang awalnya merupakan kisah personal tentang Diana berkembang menjadi isu yang kembali melibatkan langsung King Charles dan keluarga kerajaan Inggris.
Fakta Singkat
- Buku: Swan Song: Diana, My Sister
- Penulis: Charles Spencer, Earl Spencer
- Tanggal terbit: 22 September 2026
- Tokoh yang menjadi sorotan: King Charles dan Putri Diana
- Peristiwa yang diungkap: Percakapan mengenai pemakaman Diana pada 1997
- Klaim utama Spencer: Charles disebut mengatakan Diana akan “segera dilupakan”
- Respons Istana: Buckingham Palace mempertanyakan pengaruh duka terhadap ingatan dan penilaian
- Status klaim: Kesaksian Spencer mengenai percakapan pribadi dan belum terverifikasi secara independen
Menjelang 30 Tahun Kematian Diana
Kontroversi mengenai memoar Earl Spencer muncul ketika publik mulai mendekati peringatan 30 tahun kematian Diana pada 2027.
Hampir tiga dekade setelah Diana meninggal, kisah mengenai hubungan sang putri dengan keluarga kerajaan masih menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan tidak hanya tertuju pada isi memoar Spencer, tetapi juga pada keputusan Buckingham Palace untuk memberikan respons terbuka terhadap salah satu klaim paling sensitif dalam buku tersebut.
(theguardian/ap/thetime/penguinrandom/*/hm27)








































