58 Persen Wisatawan Datang ke Indonesia untuk Kulineran

Ragam kuliner di Indonesia. (Foto: Gramedia.com)
Jakarta, MISTAR.ID – Kuliner menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan saat berkunjung ke Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 58 persen wisatawan datang ke Indonesia untuk menikmati kuliner.
Potensi tersebut sejalan dengan perkembangan industri makanan, minuman, dan hospitality di Indonesia yang terus tumbuh. Pada 2024, nilai industri tersebut mencapai USD29 miliar, sekaligus menjadikan pasar food service Indonesia sebagai yang terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Capaian tersebut juga telah melampaui kondisi sebelum pandemi. Pertumbuhan industri food service antara lain didorong oleh ekspansi jaringan hotel dan restoran internasional, meningkatnya popularitas specialty coffee dan premium bakery, serta semakin berkembangnya layanan pesan-antar makanan berbasis digital.
Perkembangan layanan digital tersebut turut memperluas akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan kuliner.
Sementara itu, sektor hospitality diperkirakan dapat tumbuh hingga tiga kali lipat pada 2030. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan investasi, berkembangnya pariwisata berkelanjutan, serta tingginya permintaan terhadap pengalaman kuliner dan layanan hospitality berkualitas.
Besarnya potensi kuliner juga membuat sektor gastronomi menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mengembangkan pariwisata Indonesia.
“Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk menghadirkan wisata gastronomi sebagai salah satu program unggulan kami,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini seperti dikutip Antara, Selasa (29/9/2026).
Melalui program Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG), kekayaan kuliner dari berbagai daerah akan dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
Potensi tersebut didukung oleh kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau. Setiap daerah memiliki kekayaan rempah dan karakter kuliner yang berbeda.
“Ketika anda bertanya tentang apa itu makanan Indonesia, saya pikir kita tidak memiliki satu-satunya jawaban, karena kita sangat besar, 17 ribu pulau. Ini memakan waktu 40 tahun. Untuk anda, jika anda ingin berkeliling Indonesia, membutuhkan 40 tahun untuk menyelesaikan setiap pulau di Indonesia,” katanya.
Dengan potensi tersebut, pemerintah menempatkan gastronomi sebagai salah satu program yang diharapkan dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. (Antara)









































