Friday, August 14, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Hujan Ekstrem di Jepang, Enam Tewas-Ribuan Penumpang Terjebak

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 14.13 WIB
hujan_ekstrem_di_jepang_enam_tewasribuan_penumpang_terjebak

Hujan ekstrem memicu banjir di Chiba, Jepang (Foto: Reuters/Mistar)

news_banner

Tokyo, MISTAR.ID – Hujan ekstrem melanda wilayah Jepang timur dan menyebabkan banjir, tanah longsor, serta gangguan transportasi. Sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ribuan penumpang terpaksa bermalam di Bandara Narita akibat terhentinya sejumlah layanan kereta.

Hujan deras mengguyur Prefektur Chiba sejak Kamis (13/8/2026) malam. Kondisi tersebut membuat Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan hujan lebat level tertinggi untuk wilayah Chiba. Peringatan dengan tingkat tersebut baru pertama kali diberlakukan di kawasan itu.

Kantor Manajemen Bencana Prefektur Chiba sebelumnya melaporkan empat orang meninggal dunia. Salah satu korban merupakan pria berusia sekitar 60 hingga 70 tahun yang ditemukan di jalan yang terendam banjir. Korban lainnya adalah perempuan berusia 66 tahun yang ditemukan di dalam mobil yang terendam air.

Dua korban lainnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di lokasi berbeda. Hingga Jumat (14/8/2026) siang waktu setempat, NHK melaporkan dua korban tambahan sehingga jumlah korban meninggal mencapai enam orang.

Bencana tersebut juga berdampak pada pasokan listrik. Hampir 26.000 rumah tangga di Chiba dilaporkan mengalami pemadaman. Selain itu, sedikitnya 45 rumah terendam banjir, sedangkan 39 rumah lainnya mengalami genangan air hingga ke bagian bawah lantai.

Sekitar 6.000 orang harus bermalam di Bandara Narita setelah perjalanan menuju dan dari bandara terganggu. Sejumlah layanan kereta api bahkan masih dibatalkan hingga Jumat sore.

Situasi di terminal bandara menjadi padat. Penumpang menggunakan area terminal sebagai tempat beristirahat, sementara kantong tidur dibagikan untuk membantu mereka melewati malam. Staf bandara juga dilaporkan menyediakan makanan dan air minum bagi para penumpang yang terdampak.

Seorang turis asal Inggris yang memperkenalkan dirinya sebagai Philip mengatakan kepada AFP bahwa perjalanan menuju Narita memakan waktu sekitar sembilan jam. Ia bahkan harus menggunakan taksi untuk mencapai bandara pada Jumat pagi.

Tidak hanya Narita, gangguan transportasi juga menyebabkan ratusan orang terlantar di Stasiun Chiba setelah layanan kereta dihentikan.

Seorang warga Ichikawa kepada NHK mengaku terkejut dengan kondisi yang terjadi secara tiba-tiba. Pemadaman listrik juga membuatnya khawatir mengenai kelangsungan usahanya dalam beberapa hari mendatang.

JMA memperingatkan bahwa hujan yang mengguyur wilayah tersebut berpotensi menjadi salah satu peristiwa curah hujan paling ekstrem yang pernah terjadi. Otoritas setempat pun terus mengimbau warga untuk mewaspadai banjir dan tanah longsor.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN