Thursday, August 13, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Ilmuwan Jepang Kembangkan Obat Penumbuh Gigi, Ditargetkan Tersedia 2030

Mistar.idKamis, 13 Agustus 2026 pukul 06.30 WIB
ilmuwan_jepang_kembangkan_obat_penumbuh_gigi_ditargetkan_tersedia_2030

Ilustrasi: Ilmuwan Jepang mengembangkan obat penumbuh gigi yang ditargetkan tersedia pada 2030. (foto: ai/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Kemampuan menumbuhkan kembali gigi yang tanggal selama ini terdengar seperti fiksi ilmiah. Namun, penelitian di Jepang mulai membawa gagasan tersebut menuju tahap klinis, dengan obat eksperimental yang dirancang untuk merangsang pertumbuhan gigi baru pada manusia.

Dilansir dari Popular Mechanics, para peneliti Jepang mengembangkan terapi yang bekerja dengan menekan USAG-1, protein yang berperan menghambat pembentukan gigi. Penelitian tersebut membuka kemungkinan manusia suatu hari tidak hanya mengganti gigi yang hilang dengan implan atau gigi palsu, tetapi menumbuhkan gigi baru.

Pengembangan terapi ini dipimpin peneliti Katsu Takahashi dan kemudian dikembangkan melalui Toregem BioPharma, perusahaan rintisan yang lahir dari penelitian Universitas Kyoto.

Terobosan tersebut berawal dari penelitian mengenai USAG-1. Pada 2021, tim dari Universitas Kyoto dan Universitas Fukui melaporkan antibodi yang menargetkan USAG-1 mampu merangsang pertumbuhan gigi pada hewan.

USAG-1 berinteraksi dengan molekul bone morphogenetic protein (BMP), yang memiliki peran penting dalam perkembangan gigi. Dengan menghambat USAG-1, para peneliti berupaya membuka kembali proses biologis yang memungkinkan gigi berkembang.

Percobaan pada tikus dan ferret memberikan hasil menjanjikan. Ferret (sejenis cerpelai) menjadi salah satu hewan penting dalam penelitian karena pola pertumbuhan giginya memiliki kemiripan dengan manusia.

"Kami mengetahui bahwa menekan USAG-1 bermanfaat bagi pertumbuhan gigi. Yang belum kami ketahui adalah apakah itu cukup," kata Takahashi seperti dikutip Universitas Kyoto.

Keberhasilan pada hewan kemudian membuka jalan menuju pengujian pada manusia.

Uji Klinis Masuk Tahap Lanjutan

Uji klinis awal melibatkan pria dewasa yang kehilangan setidaknya satu gigi. Tahap awal terutama dilakukan untuk mengevaluasi keamanan terapi sebelum pengembangannya dilanjutkan kepada pasien yang menjadi sasaran utama.

Kandidat obat tersebut kini dikenal sebagai TRG035, antibodi anti-USAG-1 yang telah dikembangkan untuk terapi regenerasi gigi.

Perkembangannya bahkan telah melampaui tahap yang digambarkan dalam laporan awal. Toregem BioPharma pada Mei 2026 mengumumkan persiapan uji klinis fase II TRG035 di Jepang setelah fase I selesai.

Fase berikutnya diarahkan terutama kepada pasien dengan kekurangan gigi bawaan atau congenital tooth agenesis, kondisi ketika seseorang sejak lahir tidak memiliki sebagian gigi permanennya.

Perusahaan juga mulai mempersiapkan pengembangan klinis terapi tersebut di Amerika Serikat.

Target Tersedia pada 2030

Jika rangkaian uji klinis membuktikan terapi tersebut aman dan efektif, para peneliti menargetkan obat regenerasi gigi dapat tersedia sekitar 2030.

Namun, sasaran pertama terapi bukan orang yang kehilangan gigi akibat usia, kecelakaan atau penyakit. Pengembang memprioritaskan pasien yang secara bawaan mengalami kekurangan gigi.

Dalam jangka panjang, Takahashi berharap teknologi yang sama dapat dikembangkan untuk membantu lebih banyak orang yang kehilangan gigi.

"Kami ingin melakukan sesuatu untuk membantu mereka yang menderita kehilangan atau tidak memiliki gigi," ujar Takahashi.

Jika berhasil melewati seluruh tahapan pengujian, terapi ini berpotensi mengubah pendekatan kedokteran gigi. Alih-alih hanya mengganti gigi yang hilang menggunakan gigi palsu atau implan, dokter suatu hari dapat memiliki pilihan untuk merangsang tubuh pasien membentuk gigi baru. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN