Spotify Siapkan Label AI Persona untuk Tandai Artis Buatan AI

Logo Spotify. (Foto: Spotify)
Stockholm, MISTAR.ID - Spotify akan mulai menerapkan label “AI Persona” pada profil artis yang identitas publiknya dinilai dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Label tersebut dijadwalkan mulai muncul pada pertengahan September 2026.
Mengutip dari GSMAarena.com, Kamis (13/8/2026), label AI Persona ditujukan untuk memberi informasi kepada pendengar bahwa identitas seorang artis mungkin dihasilkan AI dan tidak merepresentasikan orang sungguhan.
Spotify menyebut label tersebut tidak hanya diberikan kepada artis yang secara sukarela mengungkapkan diri sebagai AI Persona. Perusahaan juga akan meninjau profil lain yang relevan, terutama yang menampilkan nama dan gambar yang tampak merepresentasikan identitas fotorealistik hasil AI.
Mulai 13 Agustus 2026, artis dapat menyatakan sendiri melalui Spotify bahwa mereka merupakan AI Persona. Spotify kemudian akan melakukan peninjauan terhadap profil yang dianggap memenuhi kriteria tersebut.
Nantinya, label AI Persona akan ditampilkan pada banner dan bagian About di profil artis, hasil pencarian, serta daftar lagu pada playlist.
Pengguna yang mengetuk label tersebut dapat mengetahui apakah status AI Persona berasal dari pengungkapan langsung artis atau hasil peninjauan Spotify.
Spotify juga memastikan musik dari AI Persona secara default tidak akan masuk dalam rekomendasi editorial maupun algoritmik. Namun, lagu mereka tetap dapat direkomendasikan kepada pengguna yang mengikuti artis tersebut.
Artis yang keberatan dengan keputusan Spotify akan diberikan kesempatan untuk mengajukan banding. Sementara itu, dalam beberapa bulan ke depan, pengguna juga akan dapat melaporkan profil yang mereka yakini merupakan AI Persona.
Spotify menegaskan label tersebut hanya berkaitan dengan identitas publik artis, bukan cara musiknya dibuat. Untuk informasi mengenai penggunaan AI dalam proses pembuatan musik, Spotify menyediakan fitur AI Credits dan SongDNA.
Perusahaan mengatakan kebijakan terkait AI akan terus dikembangkan seiring perubahan ekosistem musik. Spotify juga menyatakan akan berupaya mencegah spam dan konten berkualitas rendah masuk ke dalam sistem rekomendasinya. (hm25/GSMArena)

















