BNN Sumut: 1,5 Juta Warga Gunakan Narkoba, Didominasi Usia 15–25 Tahun

Kepala BNN Provinsi Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho. (Foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara (Sumut) menanggapi tingginya angka pengguna narkoba di wilayah tersebut. Setidaknya sekitar 10 persen penduduk Sumut tercatat sebagai pengguna barang haram itu.
“Data terakhir menunjukkan pengguna narkoba di Sumut mencapai 1,5 juta orang dari total 15 juta penduduk. Jadi hampir 10 persen merupakan pengguna,” ujar Kepala BNN Provinsi Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).
Tatar mengatakan, berdasarkan survei terbaru, pengguna narkotika di Indonesia kini didominasi kelompok usia remaja hingga dewasa muda.
“Hasil survei 2025 menunjukkan pengguna narkoba terbesar berada di usia produktif 15–25 tahun. Pada akhir penelitian 2019, angkanya berada di rentang usia 25–49 tahun, namun pada 2025 bergeser ke usia 15–25 tahun,” ucapnya.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus peredaran narkotika yang kerap tidak terduga.
“Hati-hati dengan berbagai modus yang ditawarkan. Biasanya, pada awalnya diberikan secara gratis. Setelah kecanduan, pengguna akan mencari sendiri. Orang tua juga harus lebih waspada,” kata Tatar.
Ia menambahkan, hingga saat ini Sumut masih menjadi provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi secara nasional.
“Sumut sampai sekarang masih tertinggi secara nasional. Semoga pada survei berikutnya angkanya bisa menurun. Bisa saja naik atau turun, tetapi saat ini masih berada di peringkat pertama,” tuturnya.
Tatar juga menyebutkan bahwa hambatan dalam penanganan narkoba tidak hanya berasal dari eksternal, tetapi juga internal BNN Sumut, seperti keterbatasan personel dan anggaran.
“Memang keterbatasan sumber daya menjadi salah satu hambatan. Di BNN sendiri jumlah personel hanya sekitar 130 orang dengan anggaran yang sangat minim. Tahun ini kami direncanakan menerima dana hibah dari gubernur. Ini akan menjadi dukungan bagi kami. Kami bersyukur memiliki kepala daerah yang peduli,” katanya.


















