IHSG Merah 6 Hari, Semua Mata Kini Tertuju ke The Fed

IHSG ditutup turun 0,38% atau 24,30 poin ke level 6.436,85 pada perdagangan Rabu (16/9/2026). (foto ilustrasi:tangkapan layar idx/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (16/9/2026) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali gagal mempertahankan penguatan. Sempat bergerak di zona hijau, IHSG justru berbalik melemah dan ditutup turun 0,38% atau 24,30 poin ke level 6.436,85 pada perdagangan Rabu (16/9/2026).
Koreksi ini memperpanjang tren merah IHSG menjadi enam hari perdagangan berturut-turut. Tekanan pasar terjadi ketika investor memilih berhati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.
IHSG Sempat Menguat, Asing Tetap Jual
Pergerakan IHSG sempat memberi harapan pada awal perdagangan. Indeks bahkan menyentuh level tertinggi intraday 6.535,46 sebelum kembali tertekan hingga penutupan.
Namun, penguatan tersebut belum mencerminkan perubahan sentimen secara menyeluruh. Aksi jual investor asing masih menjadi perhatian pasar, terutama pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Kondisi ini menambah tekanan terhadap IHSG yang dalam beberapa sesi terakhir masih kesulitan membangun momentum penguatan.
Sembilan Sektor Melemah
Tekanan IHSG juga terlihat dari pergerakan sektoral. Sebanyak 9 dari 11 sektor saham berakhir di zona merah.
Sektor infrastruktur menjadi yang paling dalam terkoreksi dengan pelemahan 1,39%, disusul teknologi sebesar 1,13% dan konsumer primer sebesar 1,12%. Sebaliknya, sektor industri menjadi salah satu penopang setelah menguat 0,91%.
Pelemahan yang meluas menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada satu kelompok saham. Saham-saham yang sensitif terhadap sentimen global masih menjadi perhatian investor.
The Fed Jadi Penentu Sentimen Berikutnya
Kini perhatian pasar beralih ke keputusan The Fed dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September 2026.
Keputusan tersebut menjadi katalis penting bagi pasar keuangan Indonesia karena arah suku bunga AS dapat memengaruhi pergerakan rupiah, obligasi, dan saham domestik. Pelaku pasar juga mencermati sinyal kebijakan The Fed setelah keputusan suku bunga diumumkan.
Bagi IHSG, respons investor terhadap keputusan tersebut akan menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan apakah tekanan enam hari terakhir berlanjut atau mulai mereda.
IHSG Kini Diuji di Level 6.400-an
Penutupan IHSG di 6.436,85 menempatkan indeks kembali di area 6.400-an. Penutupan tersebut menempatkan IHSG kembali di area 6.400-an setelah indeks sebelumnya berada di atas level 6.500.
Dengan sentimen global yang masih kuat dan investor berada dalam posisi wait and see, pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya akan sangat dipengaruhi hasil FOMC serta respons pasar terhadap arah kebijakan The Fed.
Di tengah ketidakpastian tersebut, investor kini menunggu satu hal utama: apakah keputusan bank sentral AS mampu menjadi katalis bagi IHSG, atau justru memperpanjang tekanan di pasar saham Indonesia.
(idx/kontan/fed/reuters/*/hm27)









































