Friday, August 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Ayam Naik akibat MBG, Pemkab Toba Ajak Warga Beternak

Mistar.idJumat, 21 Agustus 2026 pukul 11.05 WIB
harga_ayam_naik_akibat_mbg_pemkab_toba_ajak_warga_beternak

Pedagang ayam di pasar tradisional Balige, Rio Tambunan. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID - Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Toba mengajak masyarakat untuk memelihara ayam. Imbauan ini disampaikan setelah harga ayam potong mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Bidang Perdagangan, Dora Sibarani, mengatakan kenaikan harga ayam potong terjadi di hampir seluruh wilayah Provinsi Sumatera Utara. Kondisi tersebut dipicu produksi ayam potong yang belum mampu mengimbangi tingginya permintaan, khususnya untuk kebutuhan program MBG.

"Seluruh penyuplai daging ayam potong untuk kebutuhan dapur MBG sudah langsung berbelanja ke peternak. Demikian juga pihak frozen food. Otomatis stok untuk pedagang di pasar tradisional Kabupaten Toba berkurang drastis dan mengalami kenaikan harga," ujar Dora, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, saat ini banyak peternak menjual ayam potong dengan berat di bawah ukuran ideal atau kurang dari satu kilogram. Konsumen tetap membelinya karena khawatir kehabisan stok.

"Akibat saling rebut antara pihak MBG dan frozen food, tentu stok di pasar tradisional berkurang drastis, sedangkan peternak ayam terbatas. Demikian juga di pasar tradisional Kabupaten Toba yang paling terdampak karena peternak ayam potong sama sekali tidak ada untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi," tuturnya.

Mengingat tingginya permintaan ayam potong, Pemkab Toba mendorong masyarakat untuk mulai beternak.

"Namun hingga kini belum ada masyarakat yang mulai melakukan peternakan ayam potong. Kemungkinan terkendala permodalan, mengingat kondisi ekonomi yang cukup sulit saat ini. Ditambah lagi, mungkin saja lahan tidak cukup memadai untuk beternak ayam potong," tuturnya.

Sebelumnya, pasokan ayam yang rendah di pasar tradisional Kabupaten Toba membuat pedagang menaikkan harga jual. Khusus ayam ras potong putih, harganya bahkan naik hingga Rp15.000 per kilogram di pasar tradisional Kecamatan Balige.

Sejumlah pedagang di pasar tradisional Kabupaten Toba, seperti di Kecamatan Porsea, Laguboti, dan Balige, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan ayam, terutama ayam ras potong putih.

Salah seorang pedagang di pasar tradisional Balige, Rio Tambunan, mengatakan dirinya kesulitan mendapatkan stok ayam dari Kisaran dan Binjai sejak beroperasinya dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kemungkinan besar penyebabnya karena MBG. Sebelum adanya program tersebut, harga ayam ras potong putih tidak semahal ini. Paling mahal Rp35.000 per kilogram, sekarang sampai Rp50.000 per kilogram," ujarnya, Kamis (20/8/2026).

Lanjutnya, pedagang saat ini kelabakan menghadapi pembeli karena harga ayam yang tinggi. Mereka bahkan kerap dituding menaikkan harga secara sepihak. Padahal, menurut Rio, pembeli tidak mengetahui pasokan dari Kisaran dan Binjai terbatas serta dibanderol dengan harga tinggi.

"Saat ini masyarakat terkendala karena pasokan terbatas dan harga tinggi membuat pembeli enggan membeli ayam. Sementara pasokan dari Kabupaten Toba tidak ada karena tidak ada peternak ayam ras potong putih. Terpaksa kita menjual dengan harga modal Rp45.000 daripada tidak laku, terlebih saat pekan agar perputaran tetap ada," ucap Rio.

Menurut Rio, dirinya juga kebingungan memenuhi stok untuk penjualan pada hari berikutnya saat digelarnya pekan di Kecamatan Balige. Pesanan ayam yang akan dijual belum juga tiba, sementara stok yang tersedia tinggal sedikit.

Adapun harga ayam yang dijual Rio Tambunan kepada pembeli yakni ayam kampung Rp80.000 per kilogram, ayam ras potong merah Rp60.000 per kilogram, dan ayam ras potong putih Rp50.000 per kilogram.

Terpisah, salah seorang pembeli, Nelli, mengatakan harga ayam saat ini terbilang cukup tinggi sehingga membebani keuangan keluarganya.

"Di saat harga ayam semahal ini, terpaksa keluarga berhenti mengonsumsi daging, khususnya daging ayam. Hingga harga turun, saya lebih memilih mengonsumsi ikan mujair yang lebih murah, sekitar Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram," ucap Nelli.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN