189 Orang Dipantau Usai Pekerja Lab Pes Rusia Meninggal, Ini Faktanya

Ilustrasi Lab Pes Rusia (Foto: AI)
Rusia, MISTAR.ID — Rusia menjadi sorotan setelah seorang pekerja di lembaga penelitian penyakit pes di wilayah Siberia dilaporkan meninggal dunia. Kematian tersebut memicu pemantauan medis terhadap 189 orang yang diketahui memiliki kontak dengan korban.
Meski dikaitkan dengan dugaan penyakit pes, penyebab pasti kematian pekerja tersebut hingga kini belum dikonfirmasi. Pemeriksaan laboratorium masih dilakukan untuk mengetahui penyakit yang sebenarnya dialami korban.
Kasus ini terjadi di Oblast Irkutsk, Siberia timur, kawasan yang menjadi lokasi sejumlah fasilitas penelitian terkait penyakit menular.
WHO ikut memantau kasus di Irkutsk
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi telah menerima informasi mengenai kematian seorang pekerja laboratorium di Oblast Irkutsk.
Menurut WHO, pekerja tersebut meninggal setelah mengalami pneumonia parah. Seluruh orang yang diketahui melakukan kontak dengan korban telah diidentifikasi dan berada dalam pemantauan.
Sejauh ini, tidak ada kontak korban yang dilaporkan mengalami gejala penyakit.
Badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, juga menyebut korban sebelumnya didiagnosis mengalami pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.
Kondisi di Irkutsk dan Shelekhov dilaporkan stabil. Sejumlah langkah pencegahan telah diterapkan sembari penyelidikan terhadap penyebab penyakit terus dilakukan.
Apa itu penyakit pes?
Pes merupakan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Yersinia pestis. Bakteri tersebut secara alami dapat ditemukan pada hewan pengerat dan kutu yang menjadi pembawanya.
Penyakit ini tergolong jarang, tetapi dapat berakibat fatal apabila tidak segera mendapatkan penanganan. Pes dapat diobati menggunakan antibiotik, terutama jika diagnosis dan terapi dilakukan sedini mungkin.
Salah satu bentuk yang menjadi perhatian adalah pes pneumonik, yaitu infeksi yang menyerang paru-paru.
Menurut WHO, pes pneumonik dapat berkembang ketika bakteri menyebar dari bentuk pes lainnya atau ketika seseorang menghirup partikel yang mengandung bakteri.
Pes pneumonik bisa menular lewat pernapasan
Pes pneumonik memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pes bubonik. Pes bubonik umumnya ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening dan biasanya tidak menyebar langsung dari satu manusia ke manusia lain.
Sementara itu, pes pneumonik dapat menular melalui droplet atau partikel pernapasan dari orang yang terinfeksi.
Profesor London School of Hygiene & Tropical Medicine, Brendan Wren, mengatakan sifat penularan melalui saluran pernapasan membuat pes pneumonik perlu mendapatkan perhatian.
Namun, karakteristik penularannya tidak sama dengan SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.
Risiko bagi masyarakat dinilai masih rendah
Kekhawatiran terhadap kasus di Irkutsk muncul karena korban bekerja di fasilitas penelitian yang berkaitan dengan penyakit pes. Namun, belum ada bukti bahwa pekerja tersebut terinfeksi akibat aktivitas pekerjaannya.
Rospotrebnadzor menyatakan tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas profesional korban.
WHO juga menilai risiko kesehatan masyarakat terhadap populasi umum saat ini masih rendah berdasarkan informasi yang tersedia. Penilaian tersebut dapat berubah apabila hasil pemeriksaan dan informasi baru mengenai kasus tersebut telah diperoleh.
Dengan demikian, kematian pekerja laboratorium di Rusia belum dapat disebut sebagai wabah pes. Otoritas kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab penyakit dan kematian korban.
Sementara itu, pemantauan terhadap orang-orang yang sempat melakukan kontak dengan korban dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kemungkinan penularan.

















































