Listrik hingga Fasilitas Kesehatan Jadi Kebutuhan Mendesak Warga Aek Sabatang

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara (Sumut), Aswin Parinduri. (Foto: Ari/Mistar)
Tapanuli Selatan, MISTAR.ID – Sejumlah kebutuhan dasar masih menjadi persoalan yang mendesak bagi warga Lingkungan V, Desa Aek Sabatang, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara (Sumut), Aswin Parinduri, mengatakan kebutuhan tersebut meliputi infrastruktur kelistrikan, perbaikan jalan, tempat ibadah, serta fasilitas kesehatan seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Puskesmas Pembantu (Pustu).
Hal itu disampaikannya setelah menyikapi hasil reses I tahun sidang III 2026-2027 di sejumlah wilayah pedalaman Kabupaten Tapanuli Selatan.
Aswin menyebut Lingkungan V, Desa Aek Sabatang hingga kini belum memiliki infrastruktur listrik yang memadai.
Atas kondisi tersebut, Aswin mendesak PLN Wilayah Sumatera Utara segera melakukan pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah Aek Sabatang.
Selain listrik, warga juga membutuhkan perbaikan infrastruktur jalan serta ketersediaan tempat ibadah dan fasilitas kesehatan untuk menunjang kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
“Melalui Komisi D, kami akan meminta PLN membangun infrastruktur kelistrikan agar salah satu kebutuhan dasar warga dapat terakomodir. Kami juga berharap pemilik lahan tempat tiang akan dipasang dapat bekerja sama dengan PLN dan mempermudah prosesnya demi kelancaran pembangunan," ujarnya kepada Mistar, Rabu (7/10/2026).
Terkait persoalan jalan dan fasilitas kesehatan, Aswin menjelaskan bahwa kewenangan utamanya berada di tangan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Kendati demikian, ia memastikan bahwa aspirasi tersebut akan disampaikan melalui komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten DPRD Tapanuli Selatan.
Ia berharap kebutuhan akan akses jalan dan fasilitas kesehatan di Aek Sabatang dapat diperjuangkan agar mendapat perhatian pada tahun 2027. Aswin juga menegaskan bahwa pengembangan masyarakat tidak dapat dicapai hanya melalui pemberian bantuan semata.
Menurutnya, pemerintah perlu memfasilitasi akses permodalan, memberikan pembinaan, dan menciptakan peluang usaha agar masyarakat dapat meningkatkan pendapatan mereka secara berkelanjutan.
Ia menyebut program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka.
"Pemerintah telah menyediakan akses permodalan bagi pelaku UMKM seperti melalui program KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang disalurkan lewat berbagai bank. Kami harap, warga dapat memanfaatkan pinjaman ini untuk meningkatkan perekonomian dan pendapatan keluarga, sehingga kesejahteraan pun dapat meningkat," katanya.
Bagi dirinya, pembangunan yang ideal bukan sekadar penyediaan infrastruktur, melainkan juga upaya mewujudkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
Oleh karena itu, pembangunan jalan, jaringan listrik, fasilitas kesehatan, dan tempat ibadah diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal.
Di sisi lain, Aswin mengimbau para tokoh agama dan tokoh masyarakat terus menjaga kedamaian serta kerukunan di tengah warga.
"Perbedaan adalah kenyataan, namun hal itu tidak boleh memecah belah kita. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan tidak mengurangi rasa persaudaraan kita," tuturnya.[]
















































