Harga di Atas HPP, Petani Toba Pilih Tanam Jagung Usai Panen Padi

Ladang jagung di Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID – Petani di Kabupaten Toba lebih memilih menanam jagung setelah panen padi sekitar tiga pekan lalu.
Penggantian tanaman ini dilakukan petani karena harga jagung pipil kering bertahan di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp5.500 per kilogram.
Salah seorang petani di Kecamatan Siantar Narumonda, U. Marpaung, mengatakan telah menanam jagung sejak pertengahan Agustus 2026.
"Saat ini jagung yang saya tanam sudah mulai berbuah. Sekitar dua bulan lagi semoga bisa panen dan hasilnya bisa untuk persediaan saat merayakan Natal dan Tahun Baru 2026," ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Ia berharap harga jagung tidak turun saat memasuki masa panen.
Sementara itu, salah seorang petani di Kecamatan Porsea, Yenti, mengatakan ia baru saja menjual hasil panen jagung seharga Rp5.800 per kilogram.
"Dalam tahun ini, kedua kalinya saya menjual jagung hasil panen. Kebetulan saat saya menjual jagung, harganya masih tinggi. Penjualan pertama Rp6.000 per kilogram. Sedangkan penjualan kedua Rp5.800 per kilogram," ucapnya.
Salah seorang pengepul (toke) jagung, S. Sibarani, mengatakan harga pembelian jagung dari petani memang ada perbedaan. Harga tergantung jarak tempuh dari lokasi petani.
"Untuk saat ini harga terendah yang saya banderol kepada petani Rp5.650 dan paling tinggi Rp5.800. Pastinya dalam dua bulan terakhir, harga beli dari petani tidak pernah di bawah harga HPP," katanya.[]














































