Saturday, August 15, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Ayam di Pematangsiantar Tembus Rp52 Ribu, Stok Disebut Menipis akibat MBG

Mistar.idSabtu, 15 Agustus 2026 pukul 17.20 WIB
harga_ayam_di_pematangsiantar_tembus_rp52_ribu_stok_disebut_menipis_akibat_mbg

Darwin Damanik, pengamat ekonomi dari Universitas Simalungun. (foto:dokumen/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (15/8/2026) – Harga daging ayam ras di pasar tradisional Pematangsiantar benar-benar membuat orang geleng-geleng kepala. Sekarang, satu kilogram ayam sudah tembus Rp48.000 sampai Rp52.000. Ini bukan cuma karena musim, tetapi stok ayam di pasar menjadi seret gara-gara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Darwin Damanik, pengamat ekonomi dari Universitas Simalungun, mengatakan lonjakan harga ayam kali ini hampir mirip dengan harga sayur dan bahan pokok lain ketika permintaan mendadak naik. Pemerintah terus memborong ayam langsung dari peternak untuk program makan gratis, dan jumlahnya lumayan besar.

“Bayangkan, ayam dari peternak diambil terus dalam jumlah besar untuk program makan bergizi gratis. Saat tiba di pasar, pasokannya menjadi menipis,” kata Darwin, Sabtu (15/8/2026).

Ya, hukum pasar berjalan terus. Stok makin tipis, harga makin naik. Sekarang ayam sudah sampai Rp52.000 per kilogram, makin banyak orang panik.

Dampaknya paling terasa ke dua kelompok utama. Pertama, mereka yang penghasilannya pas-pasan. Jelas pusing, terpaksa menghemat pembelian ayam, mencari pengganti protein yang lebih murah agar tetap bisa memasak di rumah.

Kedua, para pelaku UMKM kuliner. Mulai dari warung Padang, warteg, sampai penjual ayam geprek, semuanya bingung. Kalau harga jual dinaikkan, pelanggan bisa kabur. Tetapi kalau porsi dikurangi, takut dibilang pelit. Dibiarkan saja, modal malah tidak kembali.

Darwin juga menyoroti pentingnya aksi pemerintah daerah. Kalau dibiarkan, bisa berlarut-larut dan makin sulit dikendalikan. Solusinya tidak rumit: lakukan operasi pasar murah, jalankan Gerakan Pangan Murah khusus ayam, kemudian pastikan stok di gudang dan distribusinya benar-benar diawasi.

“TPID dan Satgas Pangan harus rajin turun ke pasar, mengawasi distribusi dan gudang agar tidak ada yang bermain-main menahan barang demi mencari untung sendiri,” tambah Darwin. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN