Tuesday, September 29, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Gaji Guru Honorer Rp494 Juta Setahun, SMAN 1 Balige Minta Penggunaan Dana BOS Lebih Fleksibel

Mistar.idSelasa, 29 September 2026 pukul 20.19 WIB
gaji_guru_honorer_rp494_juta_setahun_sman_1_balige_minta_penggunaan_dana_bos_lebih_fleksibel

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Balige, Aldon Samosir. (foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID - SMA Negeri 1 Balige, Kabupaten Toba, membutuhkan anggaran sekitar Rp494 juta per tahun untuk membayar honor 16 guru honorer. Kebutuhan tersebut belum seluruhnya dapat ditutupi melalui dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP/BOS), sehingga sekolah mengandalkan bantuan sukarela dari orang tua siswa.

Kepala SMA Negeri 1 Balige, Aldon Samosir, mengatakan pihak sekolah telah mengundang orang tua siswa untuk memberikan bantuan secara sukarela guna membantu memenuhi kebutuhan sekolah, termasuk pembayaran honor guru honorer.

“Nantinya sumbangan sukarela dari orang tua dapat memenuhi kebutuhan penggajian dari guru honorer sebesar Rp494 juta dalam setahunnya. Jika terkumpul, sudah kita syukuri, karena bantuan sukarela tidak dipaksakan, sesuai dengan kerelaan dari orang tua memberikan kepada pihak sekolah,” ujar Aldon, Selasa (29/9/2026).

Menurut Aldon, keterbatasan pembiayaan honor dari dana BOS terjadi akibat berkurangnya jumlah guru di sekolah tersebut. Dalam dua tahun terakhir, sekitar 11 guru telah pensiun sehingga sekolah harus merekrut guru honorer untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar.

“Sementara karena banyak guru yang pensiun dan harus merekrut guru baru, maka harus didanai dari sumbangan sukarela yang diberikan oleh orang tua siswa. Ada sekitar 16 guru honorer dan banyak guru pensiun dalam dua tahun terakhir, ada sekitar 11 orang,” katanya.

Aldon menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan dalam penggunaan dana BOS. Ia berharap penggunaan dana tersebut dapat lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

“Sebenarnya kita mampu untuk tidak membebani orang tua, asalkan dana BOS itu lebih fleksibel penggunaannya, jangan dibatasi seperti peruntukan gaji honor sebesar 20 persen. Harusnya disesuaikan dengan keadaan sekolah terkait,” ujarnya.

Ia menyebutkan, SMA Negeri 1 Balige menerima dana BOS sekitar Rp1,4 miliar. Sementara itu, kebutuhan honor guru honorer yang mencapai Rp494 juta per tahun tidak seluruhnya dapat dipenuhi melalui alokasi maksimal 20 persen dana BOS untuk pembayaran honor.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sekolah harus lebih selektif dalam menjalankan berbagai program. Kegiatan yang dianggap paling prioritas harus didahulukan karena tidak lagi ada dana komite seperti sebelumnya yang dapat menopang kebutuhan sekolah.

“Dampak dari situasi ini, maka aktivitas dari sekolah akan semakin berkurang. Untuk melaksanakan aktivitas, kita harus melakukan penyaringan atau seleksi yang matang mana yang paling prioritas untuk dilakukan. Tidak selancar program kegiatan untuk peningkatan kualitas sekolah saat ada dana komite yang menopang anggaran sekolah yang terbatas,” tuturnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN