Wednesday, October 7, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Ternyata Ini Penyebab Harga Cabai Mahal di Pematangsiantar

Mistar.idRabu, 7 Oktober 2026 pukul 14.15 WIB
ternyata_ini_penyebab_harga_cabai_mahal_di_pematangsiantar

Pedagang cabai di Pasar Dwikora, Kota Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pematangsiantar, Laila M. Nasution, mengungkap penyebab harga cabai merah dan cabai rawit masih mahal di Kota Pematangsiantar dalam beberapa pekan terakhir.

Dijelaskannya, cuaca buruk di sejumlah daerah pemasok menjadi salah satu penyebab.

“Tingginya curah hujan di daerah sentra produksi membuat tanaman cabai lebih mudah terserang penyakit,” kata Laila, Rabu (7/10/2026).

Kondisi tersebut berdampak terhadap hasil panen cabai dari sejumlah daerah pemasok Pematangsiantar, di antaranya Kabupaten Simalungun dan Batubara.

"Memang beberapa minggu ini harga cabai mahal. Musim hujan membuat tanaman cabai di daerah pemasok mudah terkena penyakit. Hasil panen di daerah seperti Simalungun dan Batubara jadi berkurang. Sementara permintaan masyarakat tetap tinggi," ujarnya.

Ditambah lagi, pasokan cabai juga belum maksimal karena sebagian besar daerah baru mulai memasuki masa panen.

Mengantisipasi harga terus naik, pihak DKPP mulai menjaga ketersediaannya dengan mendorong program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

“Kami tetap menjalankan kegiatan P2L. Sejak lama, kami sudah meminta warga untuk menanam cabai merah dan cabai rawit di pekarangan rumah mereka masing-masing,” tuturnya.

Untuk menekan harga yang terus naik, DKPP Pematangsiantar juga bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Keduanya segera mengadakan pertemuan rutin untuk menyusun langkah intervensi pasar.

"Kami sudah bekerja sama dengan TPID dan akan mengadakan pertemuan lanjutan. Ada kemungkinan kami menggelar pasar murah untuk menstabilkan harga di pasar," ucap Laila.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN