Wednesday, October 7, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Cabai Merah dan Tomat di Pasar Pangururan Naik

Mistar.idRabu, 7 Oktober 2026 pukul 14.50 WIB
harga_cabai_merah_dan_tomat_di_pasar_pangururan_naik

Aktivitas jual beli di Pasar Pangururan, Rabu (7/10/2026). (Foto: Pangihutan/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID - Harga cabai merah keriting di Pasar Pangururan, Kabupaten Samosir, mengalami kenaikan signifikan. Harga komoditas tersebut mencapai Rp70.000 per kilogram dari sebelumnya Rp55.000 per kilogram.

Kenaikan Rp15.000 per kilogram tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan akibat penurunan produksi di tingkat petani. Pedagang menyebut, hasil panen cabai menurun sehingga pasokan yang masuk ke pasar ikut berkurang.

Berdasarkan pemantauan harga bahan pokok per 7 Oktober 2026, harga cabai merah keriting sebelumnya Rp55.000 per kilogram pada 30 September 2026. Harga tersebut kini menjadi Rp70.000 per kilogram atau berada di atas kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp37.000 hingga Rp55.000 per kilogram.

Selain cabai merah keriting, harga tomat juga mengalami kenaikan dari Rp11.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.

Pedagang menyebut, kenaikan tersebut dipengaruhi menurunnya hasil produksi akibat tingginya curah hujan di wilayah perkebunan.

Kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas lainnya. Harga gula pasir naik dari Rp19.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Beras premium naik dari Rp16.000 menjadi Rp16.200 per kilogram, sedangkan beras medium naik dari Rp15.000 menjadi Rp15.200 per kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam broiler justru mengalami penurunan dari Rp52.000 menjadi Rp48.000 per kilogram.

Sebagian besar komoditas bahan pangan lainnya masih relatif stabil. Harga cabai rawit hijau bertahan Rp50.000 per kilogram, daging sapi murni Rp160.000, daging ayam kampung Rp90.000, udang basah ukuran sedang Rp120.000, telur ayam ras Rp27.733, dan telur ayam kampung Rp60.000 per kilogram.

Untuk bahan pangan olahan, tahu mentah dijual Rp10.000 per kilogram dan tempe Rp15.000 per kilogram.

Pada komoditas ikan, harga ikan teri peto tercatat Rp90.000 per kilogram, ikan kembung Rp55.000, ikan tongkol Rp45.000, dan ikan dencis Rp40.000 per kilogram.

Harga bawang putih bertahan Rp35.000 per kilogram. Bawang merah lokal Rp28.000 dan bawang merah impor Rp30.000 per kilogram. Garam beriodium halus Rp16.000 per kilogram, tepung terigu protein sedang Rp15.000, tepung terigu protein rendah Rp10.000, serta jagung pipilan kering Rp8.000 per kilogram.

Untuk minyak goreng, harga minyak goreng premium tercatat Rp23.000 per liter dan Minyakita Rp16.000 per liter. Susu kental manis Rp13.000 per kilogram, susu bubuk Dancow Rp48.000 per kilogram, dan susu balita SGM 1+ Rp45.000 per kilogram.

Sementara itu, pisang barangan dijual Rp12.000 per kilogram, jeruk lokal ukuran sedang Rp15.000 per kilogram, sedangkan mi instan Indomie Kari Ayam Rp3.500 per bungkus.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Samosir, Dermawan Sinaga, mengatakan kenaikan harga cabai merah keriting berkaitan dengan berkurangnya produksi dan pasokan dari tingkat petani.

"Terjadi kenaikan harga yang signifikan untuk komoditas cabai merah keriting dari Rp55.000 per kilogram menjadi Rp70.000 per kilogram. Dari keterangan pedagang, harga cabai tersebut naik disebabkan menurunnya jumlah produksi," kata Dermawan.

Menurut Dermawan, kondisi produksi di tingkat petani menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga cabai di pasar. Berkurangnya hasil produksi menyebabkan pasokan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pedagang dan masyarakat ikut menurun.

Ia juga mengatakan kenaikan harga tomat dipengaruhi menurunnya hasil produksi. Tingginya curah hujan di wilayah perkebunan disebut berdampak terhadap produksi tomat sehingga pasokan ke pasar berkurang.

"Harga tomat juga mengalami kenaikan yang disebabkan hasil produksi menurun karena curah hujan yang terlalu tinggi," ujar Dermawan.

Dermawan menambahkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan, terutama komoditas yang mengalami kenaikan.

Dengan kondisi tersebut, perkembangan produksi dan pasokan dari tingkat petani menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi harga kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Pangururan. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN