Wednesday, October 7, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Masih Kokoh, Cadangan Devisa RI September 2026 Tembus 146,3 Miliar Dolar AS

Mistar.idRabu, 7 Oktober 2026 pukul 15.57 WIB
masih_kokoh_cadangan_devisa_ri_september_2026_tembus_1463_miliar_dolar_as_

Ilustrasi, cadangan devisa masih kokoh.(Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (7/10/2026) - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir September 2026 tetap terjaga di angka 146,3 miliar dolar AS. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan posisi Agustus 2026 sebesar 146,5 miliar dolar AS.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan posisi cadev dipengaruhi penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa. Di sisi lain, ada pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

"Posisi cadangan devisa September 2026 itu dipengaruhi terutama oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi," kata Ramdan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Meski sedikit terkoreksi, posisi cadev tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka itu berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, BI optimistis ketahanan eksternal tetap terjaga. Hal itu didukung posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing seiring persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.(Antara/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN