Kepala Sekolah di Asahan Jangan Lagi Takut Kelola Anggaran

Peluncuran program Jaksa Sahabat Pendidik di Aula RajaInal Siregar Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (6/10/2026). (Foto: Kabar Digital)
Asahan, MISTAR.ID – Kepala sekolah sebagai pengguna anggaran di satuan pendidikan Kabupaten Asahan diharapkan tidak lagi merasa takut dalam mengelola anggaran selama dilaksanakan sesuai ketentuan.
Hal itu menyusul hadirnya program Jaksa Sahabat Pendidik yang memberikan ruang pendampingan dan konsultasi bagi pengelola anggaran pendidikan.
Program yang digagas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) tersebut diluncurkan di Medan, Selasa (6/10/2026).
Peluncuran ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Sumut, pemerintah kabupaten/kota, Kejati Sumut dan Kejari se-Sumut.
Salah seorang kepala sekolah SMP swasta di Asahan, Hazlan, menyambut positif program tersebut. Menurutnya, pendampingan dari Kejaksaan dapat membuat kepala sekolah lebih percaya diri dalam menjalankan program pendidikan dan mengelola anggaran sesuai ketentuan.
“Program ini baru diluncurkan. Semoga kehadirannya bisa membantu kami sebagai kepala sekolah. Dengan adanya pendampingan, kami merasa lebih tenang dalam menjalankan dan menggunakan anggaran sekolah, karena ada tempat untuk berkonsultasi ketika menemukan hal-hal yang belum kami pahami. Yang terpenting, kami tetap bekerja sesuai aturan dan transparan dalam pengelolaan anggaran,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Hazlan berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan pendampingan ketika sekolah membutuhkan konsultasi terkait pengelolaan anggaran.
“Harapan kami, program ini bisa terus berjalan dan komunikasi antara sekolah dengan Kejaksaan semakin terbuka. Jadi kalau ada persoalan atau keraguan dalam pelaksanaan kegiatan, kami bisa bertanya lebih dulu agar tidak terjadi kesalahan,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengatakan program Jaksa Sahabat Pendidik merupakan upaya memberikan perlindungan sekaligus pendampingan bagi kepala sekolah, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pengguna Anggaran (PA).
“Ini inisiasi yang sangat luar biasa, memberikan rasa aman, membuat kepala sekolah, guru lebih tenang dan mencegah terjadinya penyimpangan anggaran sekolah, karena kita ingin pendidikan kita terus meningkat tata kelolanya,” kata Taufik.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan, program ini hadir karena kepala sekolah tidak jarang menghadapi tekanan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Program Jaksa Sahabat Pendidik diharapkan membuat kepala sekolah di Asahan lebih fokus meningkatkan kualitas pendidikan tanpa dihantui rasa takut saat menggunakan anggaran yang sesuai ketentuan,” ujarnya.[]
PREVIOUS ARTICLE
Warga Desak DPRD Sergai Perjuangkan Jalan Panglong-Naga Raja 1










































