Wednesday, October 7, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Inflasi Siantar 0,16 Persen, BI dan TPID Andalkan Strategi 4K Jaga Harga Pangan

Mistar.idRabu, 7 Oktober 2026 pukul 09.28 WIB
inflasi_siantar_016_persen_bi_dan_tpid_andalkan_strategi_4k_jaga_harga_pangan

Inflasi Siantar 0,16 Persen pada September 2026. (Foto: Dok. Bank Indonesia)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengandalkan strategi 4K untuk menjaga kestabilan harga pangan di tengah pergerakan harga sejumlah komoditas.

Strategi tersebut mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, mengatakan strategi 4K terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Koordinasi yang kuat itu kunci. Kami mau pastikan harga tetap stabil, daya beli masyarakat aman, dan ekonomi di Pematangsiantar terus tumbuh,” kata Ahmadi, Rabu (7/10/2026).

BI Pematangsiantar bersama TPID juga memantau harga secara berkala serta menyiapkan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah di sejumlah lokasi.

Ahmadi mengatakan kegiatan tersebut akan terus dilakukan agar masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Selain itu, BI dan TPID memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menjaga kelancaran pasokan. Daerah yang mengalami surplus komoditas dapat memasok kebutuhan ke daerah yang mengalami defisit.

Upaya pengendalian juga dilakukan melalui komunikasi kepada masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panik yang dapat memengaruhi permintaan.

Sebab, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Pematangsiantar mencatat inflasi bulanan sebesar 0,16 persen pada September 2026.

Ahmadi mengatakan kenaikan inflasi pada September antara lain dipengaruhi kenaikan harga cabai merah, daging ayam ras dan beras akibat stok yang sempat ketat serta meningkatnya permintaan masyarakat.

Namun, tekanan tersebut diimbangi penurunan harga sejumlah komoditas seperti tomat, cabai rawit dan kangkung karena pasokannya melimpah.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN