Harga Pangan Masih Jadi Penentu, Inflasi Pematangsiantar Juni 2026 Melandai

Komoditas pangan yang dijual di pasar. (foto: Dokumentasi Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Laju inflasi di Kota Pematangsiantar pada Juni 2026 relatif terkendali. Secara bulanan, inflasi mencapai 0,07 persen. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, inflasi masih berada pada level 5,26 persen, sedangkan inflasi tahunan kelender terhitung Juni 2026 terhadap Desember 2025 mencapai 1,86 persen.
Melansir situs resmi BPS Pematangsiantar, Kamis (2/7/2026), terdapat sejumlah komoditas hortikultura, serta pangan mengalami penurunan harga dan menaham laju inflasi. Di sisi lain, kenaikan harha bahan bakar dan beberapa komoditas setrategis masih menjadi sumber tekanan terhadap biaya hidup masyarakat.
Dalam pemaparan Kepala BPS Kota Pematangsiantar, Ratnauli Naibaho, disampaikan bahwa kelompok makanan, dan tembakau menjadi penentu utama dimamika harga. Kelompok ini mencatat inflasi sebesar 0,84 persen dan andil inflasi 0,3 persen.
"Sementara itu, kelompok transportasi menyumbang andil inflasi sebesar 0,08 persen, disusul pendidikan sebesar 0,06 persen dan penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,03 persen," ujar Ratnauli.
Meski inflasi bulanan tetap terjadi, tekanan harga dapat diredam dengan turunnya sejumlah komoditas pangan. Dimana, tomat penyumbang penurunan harga dengan andil deflasi 0,13 persen, diikuti daging ayam ras sebesar 0,06 persen, serta komoditas lain seperti sawi hijau, ikan kembung, jeruk.
Namun sebaliknya, kenaikan harga bensin menjadi pendorong utama inflasi bulanan. Tekanan harga juga berasal dari cabai merah, bawang putih, cabai rawit, dan wortel mengalami kenaikan selama bulan Juni.
Secara tahunan, inflasi di Pematangsiantar masih cukup tinggi dengan angka 5,26 persen. Penyumbang terbesar inflasi ini berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang berikan andil ,59 persen terhadap inflasi tahunan. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyusul dengan nilai ,0,97 persen.
Untuk komoditas yang paling besar mendorong inflasi tahunan adalah emas perhiasan dengan andil 0,82 persen. Selain itu, kenaikan harga minyak goreng, tomat, cabai merah, ikan dencis, ikan kembung, sigaret kretek mesin, dan beras berikan kontribusi inflasi selama setahun terakhir.
Pada Juni 2026, tomat menjadi penyumbang andil inflasi 0,13 persen, dan secara kumulatif, mencatat inflasi tinggi yakni 128,36 persen. Hal serupa juga terjadi pada cabai merah juga penyumbang inflasi bulanan 0,07.
Secara kumulatif, cabai ini mengalami deflasi 24,80 persen. Harga daging ayang ras juga terus menunjukkan tren penurunan dengan deflasi kumulatif 21,56 persen.
PREVIOUS ARTICLE
Seharian Menguat, IHSG Ditutup di Level 5.744





















