Harga Beras di Medan Melonjak, Curah Tembus Rp18 Ribu per Kg

Etalase beras di salah satu pasar modern di Kota Medan. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Masyarakat Kota Medan dihadapkan pada kenaikan harga pada komoditas beras. Pada pertengahan Agustus 2026, lonjakan harga beras terpantau merata, baik jenis premium di pasar modern maupun beras curah di pasar tradisional dan toko kelontong.
Meski harga mengalami kenaikan dan membebani daya beli konsumen, pantauan di lapangan menunjukkan ketersediaan stok beras di pasaran masih tergolong aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di sebuah pasar modern kawasan Jalan Kapten Muslim, lonjakan harga yang sangat tajam terjadi pada beras kemasan 10 kilogram.
Beras merek Golden Number 111 Premium Merah kemasan 10 kilogram (kg) naik menjadi Rp184.000, melesat jauh dari sebelumnya di angka Rp154.000.
Kenaikan juga dialami beras merek Ikan Mas Cupang Premium kemasan 10 kg yang saat ini dibanderol Rp172.890 dari harga sebelumnya di angka Rp154.000. Berbagai merek beras premium kemasan 10 kg di pasar modern tersebut berada di harga yang tinggi.
"Merek Penari Bangkok Beras Khusus dan Golden Number 111 Biru Beras Khusus masing-masing Rp188.000. Sementara itu, untuk alternatif yang lebih murah di 10 kg, merek Apel Wangi Beras Sosoh seharga Rp140.000," kata salah seorang pedagang, Rabu (19/8/2026).
Beralih pada beras ukuran 5 kg, di pasar modern Jalan Kapten Muslim, beras Golden Number 111 Biru Beras Khusus dan Penari Bangkok Beras Khusus berada di harga Rp95.000, sedangkan Golden Number 111 Merah Premium Super dijual Rp93.000.
Sementara di swalayan kawasan Jalan Klambir Lima, harga beras Top Anak Raja Pulen kemasan 5 kg berada di level Rp92.200. "Cuma satu merek itu aja, yang lainnya kita belum jual. Dari sananya tidak ada dikirim," ucap Citra, salah seorang pekerja.
Kenaikan harga juga terjadi di pasar tradisional yang menjadi andalan masyarakat kelas menengah ke bawah. Salah seorang pedagang di Pasar Kampung Lalang, Joy, mengatakan harga beras curah di lapaknya saat ini seharga Rp18.000 per kg.
"Naik sedikit, sebelumnya masih Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg," ujarnya.
Kemudian, di tingkat pengecer toko kelontong kawasan Jalan Utama, harga beras curah di toko tersebut bervariasi mulai dari Rp15.000 hingga Rp17.000 per kg bergantung pada kualitasnya.
Padahal, sebelumnya harga beras curah di kawasan ini paling mahal hanya menyentuh angka Rp15.000, dengan harga terendah yang sempat berada di kisaran Rp12.000 per kg. Lonjakan harga ini membuat para pedagang dan masyarakat berharap adanya intervensi dari pemerintah daerah untuk menstabilkan harga pangan pokok tersebut.






















